Bestprofit Futures Jakarta

Selama berabad lamanya selalu ada orang yang mengaku penyakitnya sembuh karena ramuan-ramuan yang sepertinya janggal. Misalnya, kutu rambut pernah dipercaya menjadi penyembuh sakit kuning.

Tentu saja ada beberapa pengobatan yang bisa juga menyembuhkan, walau mungkin tidak secara tuntas.

Dikutip dari Live Science pada Senin (22/8/2016), hampir semua budaya memiliki ramuan atauobat rumahan yang resepnya diteruskan turun-temurun secara oral, demikain menurut Carlyn Beccia Cerniglia yang menulis buku “I Feel Better, with a Frog in my Throat: History’s Strangest Cures,” (Houghton Mifflin, 2010).

Berikut ini adalah 7 jenis ramuan dan obat rumahan yang ternyata benar-benar mujarab sehingga bahkan menjadi ilham bagi pengobatan modern Bestprofit Futures Jakarta:

4. Bawang Putih

Ada banyak cerita rakyat yang melibatkan bawang putih. Sejumlah penelitian telah membuktikan khasiatnya.

Sebagai contoh, hikayat di Amerika Serikat memandang bawang putih sebagai pengobatan yang manjur untuk batuk rejan, demikian tertera dalam “Popular Beliefs and Superstitions: A Compendium of American Folklore”, (G K Hall & Co., 1981).

Mengunyah sebutir bawang putih mungkin tidak bisa menyembuhkan, tapi ada sejumlah manfaat lain bawang putih.

Bawang putih merupakan senjata antiviral, antijamur, dan antibakteri, demikian menurut Dr. Andrew Weil, kepada Live Science pada 2011.

Ia adalah pendiri dan direktur Arizona Center for Integrative Medicine, bagian dari University of Arizona Health Sciences Center.

Bawang putih yang baru dikeprak mengandung allicin, suatu zat yang dapat membunuh bakteri hanya dengan kontak, kata Weil.

5. Tanaman Anti-nyamuk

Salah satu cara gampang untuk mencegah hinggapnya nyamuk adalah dengan melumuri diri dengan remasan daun beautyberry (Callicarpa americana), demikain menurut resep obat rumahan di negara bagian Mississippi.

Memang terdengar merepotkan, tapi hal ini terbukti mujarab, demikian menurut para ilmuwan Departemen Pertanian AS (US Department of Agriculture, USDA).

Tanaman beri ini mengandung 3 zat penghalau nyamuk, yaitu callicarpenal, intermedeoldan spathulenol, demikian menurut temuan para peneliti seperti dilaporkan Science Daily.

Kata Charles Bryson, seorang ahli botani di Agriculture Research Service botanist di Stoneville, Mississippi, mengatakan kepada Science Daily, “Kakek saya memotong sebatang dahan yang berdaun dan meremas daun-daunnya.”

“Kemudian, ia dan saudara-saudara lelakinya menyelipkan cabang-cabang pohon itu di tali kekang kuda guna mencegah lalat dan nyamuk mendekat.”

“Saya masih kecil, berusia kira-kria 7 atau 8 tahun, ketika ia pertama kalinya menceritakan tentang daun ini kepada saya,” imbuh Bryson.

“Selama hampir 40 tahun terakhir ini saya meraih sejumlah dahan, meremasnya, lalu melumurinya ke kulit dan mendapatkan hasil yang sama.”

Ramuan Pencegah Kanker

6. Bawang Bombay

Bawang Bombay ditemukan dalam beberapa resep obat rumahan. Secara keliru, bawang ini diduga dapat menyembuhkan kondisi seperti bisul, gatal-gatal, dan kejang-kejang, demikian menurut arsip daring American Folk Medicine.

Pada kenyataannya, bawang Bombay tidak dapat menyembuhkan penyakit-penyakit itu walaupun kaya akan vitamin C, zat-zat sulfurik, flavonoid, dan fitokimia, demikian menurut laporan Live Science pada 2014.

Menurut Mayo Clinic, fitokimia adalah zat-zat alamiah yang ditengarai dapat melindungi terhadap kanker, penyakit jantung, osteoporosis, dan diabetes. Flavonoid memberi warna pada buah dan sayuran, serta dapat mengurangi risiko penyakit Parkinson, kardiovaskular, dan stroke, demikian menurut laporan Live Science Bestprofit Futures Jakarta.

7. Jahe

Jahe dapat meredakan mual, setidaknya untuk sementara waktu, demikian menurut suatu penelitian. Orang menggunakan jahe untuk penyembuh flu, sakit perut, dan nyeri menstruasi.

Menurut suatu artikel LiveScience yang merujuk kepada sejumlah penelitian pendahuluan, jahe adalah cara yang aman dan efektif untuk menangani mual dan muntah selama kehamilan. Tapi, jahe diduga tidak efektif mengatasi mual perjalanan.

Jahe mungkin bisa mengurangi mual akibat pengobatan kemoterapi, demikian menurut sejumlah penelitian. Dan juga ditengarai membantu para pasien mengatasi mual setelah pembedahan, asalkan pasien mendapatkan jahe sebelum pembedahan.

Jahe juga dapat membantu mengurangi inflamasi usus besar dan jelas-jelas mengurangi risiko seseorang terkena kanker usus besar, demikian menurut penelitian kecil pada 2012 sebagaimana termuat dalam jurnal Cancer Prevention Research.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)