Bestprofit Futures Jakarta

Banyak orang susah hidup hemat akibat kebiasaan buruk yang tak kunjung segera diatasi. Apakah saat ini mengalami pengeluaran lebih besar ketimbang pendapatan? Coba perhatikan pos-pos mana saja yang paling banyak menguras biaya sebagai dampak negatif dari hidup boros tanpa perhitungan. Kebiasaan hidup boros membuat anda tak bisa berkutik dan mengelola keuangan yang buruk. Alhasil, tabungan dan investasi tak kunjung berhasil diraih Bestprofit Futures Jakarta.

Demi menekan pengeluaran bulanan dan memperoleh banyak uang sisa untuk menabung dan berinvestasi, ini 6 kebiasaan boros yang bikin gaji bulanan anda habis ditengah jalan.

1. Boros bensin
Pergi jalan-jalan naik sepeda motor atau mobil memang seru dan menyenangkan. Boleh saja menikmati petualangan berkendara, asalkan seminggu sekali sudah lebih dari cukup. Meski harga per liter BBM di Indonesia tidak semahal luar negeri, pemakaian tidak terkendali justru bisa berakhir dengan pemborosan. Banyak cara menekan pengeluaran BBM, entah itu berkendara sesuai tujuan, naik motor ketimbang mobil ataupun beralih naik sepeda dan jalan kaki.
2.Main game online
Seiring kemajuan teknologi internet, semakin banyak orang mengikuti tren gaya hidup online. Mencari hiburan semakin mudah dan menyenangkan, nonton film cukup mengunjungi situs Amazon atau Netflix. Sedangkan mengunduh lagu resmi bisa via iTunes atau sejenisnya.

Gaya hidup online semakin lengkap dengan kehadiran aplikasi game online di perangkat smartphone. Kini makin banyak orang yang meluangkan waktu untuk main game, bahkan tak segan membeli sejumlah perangkat game demi memuaskan hobi mereka. Inilah salah satu kebiasaan buruk yang harus ditinggalkan.

Jangan sampai terjebak gaya hidup online tak terkendali, apalagi ada dua beban yang harus dibayar yaitu biaya internet dan biaya tambahan (langganan situs dan game). Meski hiburan ini menyenangkan, namun tak boleh sampai terbawa arus negatif.

3.Pergi gym
Banyak orang mendambakan bentuk tubuh ideal sehingga ikut mendaftar ke pusat kebugaran alias gym. Sayangnya, mereka justru menyerah di tengah jalan dan tak lagi rutin datang. Jika tak fokus dan hanya sekedar gaya-gayaan, lebih baik tak usah mendaftar dan menghentikan keanggotaan. Olahraga masih bisa dilakukan tanpa harus datang ke gym, entah itu berlari, main sepakbola dan masih banyak lagi.
4.Jajan
Semakin banyak tempat nongkrong bermunculan yang menawarkan makanan, minuman dan jajanan yang menggoda selera. Sebaiknya tahan nafsu makan, jangan terlalu sering jajan atau beli makanan di luar rumah. Selain tak baik dari segi kesehatan, harganya lebih mahal dan menguras pengeluaran. Lebih murah dan sehat masak sendiri di rumah. Kalau sekedar seminggu sekali boleh Anda lakukan untuk refresing dan menjaga keharmonisan dalam keluarga, misalnya di acara malam minggu.
5.Merokok
Merokok tidak beri manfaat apapun bagi kesehatan tubuh, oleh karena itu cobalah menghentikan kebiasaan buruk ini. Harga sebungkus rokok mungkin tidak terlalu mahal, namun apa jadinya kalau habis lebih dari 20 bungkus dalam sebulan? Jika sebungkus harganya Rp20.000, maka hitung sendiri pengeluaran untuk rokok. Itu belum termasuk biaya kesehatan atas dampak asap rokok di masa depan.
Perokok pemula biasanya hanya sebatang sehari, namun bagi pecandu bisa sebungkus per hari. Coba Anda hitung biaya pemborosan yang Anda lakukan dengan merokok tersebut. Misalkan harga sebatang rokok Rp 1.500. Sebulan artinya 1x1500x30(hari)= Rp 45.000, sedangkan jika Anda pecandu rokok dengan sebungkus habis dalam sehari, maka setidaknya 12x1500x30 (hari) = Rp 540.000 harus Anda keluarkan dalam sebulan. Dengan jumlah sebanyak itu, berapa banyak uang yang bisa Anda simpan dalam setahun, jika Anda berhenti merokok.
6.Nongkrong di kafe
Gaya hidup gaul anak muda saat ini adalah sering menghabiskan waktu nongkrong di cafe. Kebiasaan minum kopi atau teh pada sebuah coffee shop atau kafe menjadi hiburan di tengah rutinitas setelah bekerja seharian. Namun membeli minuman atau makanan dari coffee shop dapat menjadi kebiasaan yang mahal.
(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)