http://bisnis.news.viva.co.id

VIVA.co.id – Semua orang suka berlibur, pernyataan ini tidak dapat dipungkiri. Mengapa? Tentunya, karena konsep liburan adalah untuk memberikan waktu beristirahat dan menyegarkan diri sendiri dari kesibukan dan penatnya pekerjaan.

Namun, ternyata liburan yang tujuan awalnya adalah untuk refreshing pikiran dan fisik, malah berbalik membuat Anda stres.
Kenapa? Karena pengeluaran yang membengkak, atau mungkin tunggakan utang kartu kredit.
Nah, apa saja sih kesalahan-kesalahan yang paling sering terjadi pada pemakaian uang, kemudian lantas membuat uang Anda mengalir bagaikan air? Dan, bagaimana pula cara mengatasinya?
1. Tidak memiliki anggaran
Kebanyakan orang tidak secara khusus membuat anggaran untuk liburan. Mereka hanya melakukan pengeluaran begitu saja, tanpa membuat budgeting dan mencatat apa-apa saja yang dibeli. Sebenarnya, hal ini merupakan kesalahan besar.
Dengan tidak memiliki anggaran khusus untuk liburan Anda, kemungkinan Anda akan menghabiskan uang lebih banyak daripada seharusnya akan lebih tinggi.
Cobalah untuk menyediakan satu hari untuk membuat anggaran khusus liburan ini. Tuliskan sedetail mungkin, kemungkinan biaya apa saja yang akan dikeluarkan.
Dengan melakukan ini, Anda bisa mengetahui berapa biaya untuk setiap kebutuhan, berapa biaya keseluruhannya, dan ketika sedang berlibur Anda sadar kapan harus setop, atau kah masih dapat melakukan pengeluaran.
Ingat, jangan hanya membuat budgeting untuk tiket dan akomodasi, namun perhitungkan pula biaya untuk makan dan belanja-belanja kecil.
2. Hindari belanja secara impulsif
Memang patut diakui bahwa jika sedang menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan dan melihat barang yang Anda sukai, kebanyakan dari Anda mungkin akan kalap untuk membelinya tanpa berpikir panjang.
Apalagi, jika toko yang bersangkutan sedang mengadakan diskon besar-besaran.
Selain melatih kebiasaan untuk selalu teliti dan mempertimbangkan apakah harga dan kualitas barang sesuai, ada dua tips untuk mengatasi belanja secara impulsif ini.
Pertama, selalu ingatkan diri Anda sendiri ketika pergi keluar untuk membeli apa yang Anda butuhkan, bukan apa yang Anda iinginkan.
Jika membeli sesuai dengan apa yang diinginkan, tentunya siapa pun mau membeli banyak sekali benda yang belum kita miliki.
Namun, beda dengan jika kita hanya membeli apa yang merupakan keperluan kita.
Kedua, menunda untuk membeli. Jika Anda tertarik pada suatu produk, cobalah untuk menahan diri untuk tidak langsung membawanya ke meja kasir dan membuka dompet Anda.
Letakkan kembali barang itu ke tempatnya, pulang ke rumah, dan pikirkan selama kurang lebih seminggu. Jika Anda masih menginginkannya sama besar seperti ketika Anda pertama kali melihatnya, mungkin memang Anda layak untuk membelinya.
Namun, jika rasa untuk memilikinya berkurang, atau bahkan sudah melupakannya, itu pertanda Anda hanya merasa impulsif untuk membeli pada saat itu.
Tentu, barang baru mungkin membuat seseorang merasa lebih baik, tetapi apabila berlebihan, maka menjadi tidak masuk akal. Mobil, misalnya, terdepresiasi segera setelah terjual dan digunakan.
Jadi, apabila seseorang banyak membeli barang baru, padahal barang yang lama masih layak digunakan, mereka merugi karena penurunan harga barang yang lama tidak bisa digunakan untuk membeli yang baru.
3. Jangan menggunakan kartu kredit secara berlebihan
Memang menyenangkan jika memiliki kartu kredit. Tinggal membeli apa pun yang diinginkan, baru membayarnya di kemudian hari.
Tetapi, jangan terlena! Jangan lupa bahwa kartu kredit bukanlah kartu utang. Maksudnya, dalam penggunaannya, pastikan dana untuk membayar tagihan kartu kredit sudah ada sebelum tanggal jatuh tempo, agar Anda tidak terkena bunga, atau pun denda.
Memiliki kartu kredit memang sangat berguna bagi Anda yang suka berbelanja, namun hanya jika digunakan secara bijak, seperti menggunakan fasilitas diskon dan cashback di toko-toko tertentu.
Jika Anda adalah tipe orang yang sulit membatasi diri untuk menggunakan kartu kredit secara impulsif, cobalah untuk batasi penggunaannya hanya untuk hal-hal penting dan besar, seperti listrik, bensin, gadget, darurat, dan lainnya. Untuk hal-hal kecil cobalah untuk menggunakan uang tunai.
4. Buat alokasi dana senang-senang
Apa yang dimaksud dengan dana senang-senang? Maksudnya adalah dana yang digunakan untuk aktivitas bermain, atau hura-hura, seperti makan enak di restoran, nonton bioskop, dan lainnya.
Tentu, harus ada dana yang dialokasikan untuk kegiatan satu ini, bukan? Karena jika tidak, tentu Anda akan kehabisan uang sebelum gajian berikutnya.
Jalan keluarnya adalah buatlah dana khusus untuk senang-senang di saat mendekati musim liburan.
Buatlah dengan alokasi yang jumlahnya realistis. Jangan sampai hanya karena tujuan berhemat, tetapi malah jadi menombok isi tabungan hanya untuk membiayai liburan, bukan? Baca juga: 5 Bisikan Boros yang Harus Dilawan
5. Alasan setahun sekali
Semua orang memang pantas mendapatkan rewards dan hak, setelah bekerja keras selama satu tahun.
Mereka seringkali berkata “ah, tidak apa-apa, kan hanya setahun sekali saja.”
Kenyataannya, mereka yang menggunakan alasan ini, ternyata akan berbelanja lebih banyak dibandingkan dengan yang lain loh! Mungkin lebih baik Anda memang sering berbelanja, namun secara bertanggung jawab, dan tidak kalap. Baca juga: 5 Cara Ampuh Dalam Menghemat Pengeluaran Rumah Tangga
Jangan mengulangi kesalahan masa lalu
Seperti yang banyak orang katakan, pengalaman adalah guru yang paling berharga. Kesalahan pada berbelanja Anda yang sebelumnya harus dijadikan motivasi, agar Anda tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Ingat untuk membuat prioritas belanja dari yang paling dibutuhkan sampai yang hanya sekadar menginginkannya saja semata.
Mengubah kebiasaan buruk memang tidak mudah, namun jika berhasil akan membuat Anda lebih mampu menghemat keuangan. Baca juga: 9 Kebiasaan Boros yang Sering Tak Anda Sadari.