http://bisnis.liputan6.com

Liputan6.com, New York – Orang sukses seringkali berbagai banyak sikap yang biasa dilakukan agar orang lain mampu mengikuti jejaknya meraih kesuksesan. Tapi di luar itu semua, ada juga sikap-sikap tertentu yang ternyata dapat menutup pintu sukses bagi diri sendiri.

Jika Anda menyadari beberapa sikap tersebut, tenang saja itu bukan berarti tanda kegagalan. Hanya saja, dengan begitu, Anda menghancurkan sejumlah peluang sukses yang sudah hadir ke depan Anda.

Para psikolog handal mengatakan, jika Anda mengubah sedikit sikap tersebut, Anda dapt menjadikannya kepribadian yang menyenangkan. Selain itu, Anda juga mampu mengembangkan kebiasaan yang lebih sehat untuk mencapai kesuksesan.

Demi menghindarinya, berikut empat sikap yang dapat menghancurkan peluang sukses Anda seperti dilansir dari laman Business Insider, Rabu (29/7/2015):

1. Arogansi

Sikap yang satu ini membuat Anda selalu ingin kelihatan tahu segalanya. Karena itu, tak akan ada satu orangpun yang menawarkan bantuan pada Anda.

Persoalannya, Anda tak akan bisa sukses tanpa mendapatkan bantuan dari orang lain. Di tempat kerja, orang yang jujur pada dirinya sendiri cenderung lebih mudah sukses dibandingkan rekan lain yang arogan.

2. Tak mau beradaptasi

Orang sukses selalu mampu beradaptasi dengan cepat. Mereka selalu penasaran menantang dirinya sendiri dan selalu mencari kebenaran sendiri.

Kemampuan beradaptasi sangat penting bagi seorang pimpinan atau pegawai khususnya dalam mempelajari berbagai hal baru. Jika Anda tak mengubah cara berpikir dalam jangka waktu terlalu lama, maka akan banyak masalah yang menghadang.

3. Sering menyalahkan orang lain

Bertanggungjawab atas tindakannya selalu menjadi karakter orang-orang sukses. Sementara orang yang tidak sukses adalah mereka yang selalu gemar mencari pembenaran bagi diri sendiri dan menyalahkan orang lain.

Menurut psikoterapis Amy Morin, orang yang kuat adalah mereka yang berani mengakui kesalahan dan berani mengatasi tantangan berikutnya.

4. Perfeksionis

Perfeksionisme seringkali diterjemahkan sebagai rasa takut yang berlebihan terhadap kegagalan. Menjadi perfeksionis seringkali menggiring Anda pada kesulitan mengambil keputusan dan tindakan tertentu.

Dengan kata lain, perfeksionis seringkali dihantui kesalahan dari masa lalu dan butuh waktu cukup lama untuk mampu mengatasi tantangan berikutnya. (Sis/Ndw)