http://boombastis.com

Hal yang selalu membuat hati kita bergetar adalah, mau ditaruh di mana kita kelak oleh Allah setelah dihisab di padang masyhar? Apakah di surga yang penuh kenikmatan, ataukah justru kita dibuang ke neraka yang penuh dengan siksaan? Tentunya semua dari kita tak ingin pasti berada dalam kobaran panasnya api neraka, yang penuh dengan rantai-rantai dan segala macam siksaan seperti yang digambarkan oleh Allah di dalam Al-Qur’an.

Baca Juga: Kamu Yang Muda Tapi Malas Gerak, Perlu ‘Berkaca’ Dari Nenek Pelari Ini

Untuk itu, selagi belum terlambat, saat ruh masih melekat kuat dalam tubuh kita, saat Allah masih izinkan kita bertemu hari baru di atas bumiNya ini, kita harus benar-benar bisa memanfaatkan kesempatan dari Allah itu dengan sebaik-baiknya.

Allah memerintahkan kita untuk selalu taat kepadaNya, mengerjakan amal shaleh, dan tentunya berbuat kebaikan di muka bumi ini. Dalam sebuah hadits disebutkan, “Api neraka dijauhkan dari orang yang memiliki sikap hangat, ringan, lembut, dan mudah.” (HR. Tirmidzi). Nah, keempat sikap itu kadang masih juga sulit kita terapkan dalam kehidupan, dalam kita bergaul, bahkan dalam kita berinteraksi dengan orang tua serta keluarga kita.

1. Sikap Hangat

Sebagai seorang muslim atau muslimah, kita harus memiliki sikap dan pribadi hangat dalam diri kita. Dengan kehangatan yang ada dalam diri kita, maka kita bisa menumbuhkan kenyamanan pada orang-orang di sekitar kita. Di mana ketika banyak di luar sana orang yang sedang mencari tempat untuk bersandar, kita siap menerima mereka dengan penuh kehangatan.

Seperti kisah Rasulullah yang masih begitu sabar, bersikap hangat pada seseorang yang setiap pagi selalu menghadang beliau saat beliau akan berangkat shalat subuh di masjid. Tak hanya menghadang, namun orang itu juga meludahi beliau. Namun Rasulullah sabar dan menerima itu sebagai ujian Allah. Hingga kemudian orang itu sakit, kabar tersebut terdengar sampai ke telinga Rasulullah.

Rasulullah datang sambil membawa makanan ke rumah orang itu, dan dengan penuh kehangatan beliau memperlakukan orang yang telah selalu menghina beliau tersebut. Bahkan mendoakan kesembuhannya. Hingga orang tersebut merasa sangat menyesal, meminta maaf pada Rasul, dan akhirnya memeluk Islam.

2. Sikap Ringan

Sikap ringan disini adalah kita tak memiliki rasa berat untuk terus berusaha menjadi orang yang lebih baik setiap harinya, serta bersedia meringankan beban orang lain. Allah memerintahkan kita untuk selalu patuh dan taat kepadaNya, serta mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Dan, sikap serta pribadi ringan harus kita pupuk terus untuk lebih memudahkan hati dan diri kita dalam ikhlas menjalankan perintah Allah serta membuat hati menjadi lebih tenang karena tak ada rasa berat dan terpaksa saat melakukannya.

Sikap Ringan

Selain itu sikap dan pribadi ringan juga berarti suka membantu meringankan beban orang lain dan tak berat saat dimintai pertolongan. Seperti Rasulullah yang dengan sigap langsung memberikan satu-satunya kurma miliknya yang sedianya akan beliau makan sebagai hidangan berbuka puasa setelah beliau menempuh perjalanan cukup jauh. Kurma itu beliau berikan kepada kakek renta yang kelaparan dan meminta makan padanya. lalu Rasulullah dengan ringan serta ikhlas memberikannya pada sang Kakek, dan beliau memilih menahan laparnya.

3. Sikap Mudah

Bersikap dan berkepribadian mudah di sini bukan berarti mudah terbawa arus kehidupan, namun maksudnya adalah mudah dalam melakukan kebaikan dan mempermudah urusan orang lain. Kita kadang dilanda perasaan iri atau cemburu saat ada orang lain yang mendapat kenikmatan dari Allah lebih dari kita, sehingga kadang kita mempersulit urusan orang tersebut. Na’udzubillaah, jangan sampai kita menjadi salah satu dari golongan orang-orang yang selalu mempersulit orang lain.

Sikap Mudah

Mudah dalam menerima kebaikan, mudah dalam bergaul, mudah dalam menerima masukan atau nasehat, mudah dalam dimintai bantuan orang lain, dan mudah dalam menjalankan ibadah kepada Allah. Seperti kisah Umar bin Khattab yang walau terkenal garang dan keras, namun ternyata beliau memiliki hati yang lembut serta sangat mudah tersentuh.

Khalifah Umar tidak marah, justru merasa bersalah saat ada seorang rakyat yang mengata-ngatainya pemimpin yang tidak perhatian karena membiarkan dia dan anak-anaknya hidup dalam kemiskinan dan sampai kehabisan makanan. Janda itu tak tahu bahwa pria yang dia curhati tentang Umar tersebut adalah sang Khalifah sendiri. Setelah itu Umar mengambil sekarung gandum dan digendongnya sendiri menuju rumah si janda, tanpa menyampaikan identitasnya sebenarnya.

4. Sikap Lembut

Rasulullah telah banyak mengajarkan dan mencontohkan kepada umat muslim untuk senantiasa berlaku lemah lembut kepada setiap orang. Saat menjalankan dakwah, Rasulullah pun tak pernah melakukan kekerasan, beliau selalu lembut memperlakukan siapa saja, bahkan musuh sekalipun. Kecuali ketika mereka telah menghina Allah, maka Rasulullah tak segan mengangkat senjata dan melakukan perlawanan kepada mereka.

Sikap Lembut

Dalam surat Ali-Imran ayat 159 telah disebutkan, “Maka disebabkan rahmat Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepadaNya.”

Baca Juga: Sejarah 4 Wanita Cantik Yang Pernah Berkuasa di Nusantara

Ayat di atas adalah perintah Allah kepada Rasulullah untuk selalu bersikap lemah lembut dan sabar dalam berdakwah. Sehingga orang lain tidak akan pernah takut dan menghindar. Dan perintah itu juga berlaku bagi kita, umat muslim, tanpa terkecuali. Dalam kita berdakwah dan bergaul dengan masyarakat, hendaknya kita selalu memiliki sikap dan kepribadian yang lemah lembut dan sabar.

Itulah keempat sikap dan kepribadian yang bisa menjauhkan kita dari api neraka, jika kita mampu meletakkannya dalam diri kita dengan ikhlas dan tawakal kepada Allah. Selain kita akan selalu mendapatkan keberkahan dan keridhoan dariNya, kita juga akan lebih mudah bergaul dalam masyarakat. (sof)