http://bisnis.liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta – Tidak ada formula yang pasti untuk bisa menjadi seorang miliarder. Mengutip Tolstoy, seorang sastrawan dari Rusia, setiap miliarder memiliki cara sendiri untuk bisa memperoleh kekayaannya.

Namun berdasarkan survei statistik maupun kualitatif, ternyata ada beberapa pola umum yang selalu dilakukan oleh miliarder. Ada perilaku atau mungkin bisa disebut dengan kepribadian yang selalu dijalankan oleh para miliarder dalam setiap langkah mereka meraih pundi-pundi uang.

Mengutip CNBC, Selasa (26/5/2015), penelitian baru dilakukan oleh UBS dan PricewaterhouseCoopers (PwC). Dalam riset lembaga keuangan tersebut terhadap 1.200 orang-orang kaya di dunia melalui metode survei menemukan bahwa ada kepribadian yang dimiliki para miliarder. Siapa tahu Anda juga memiliki kepribadian ini dan memiliki peluang yang sama untuk menjadi orang kaya.
Berikut rinciannya:

1. Suka mengambil risiko

Orang kaya dunia suka mengambil risiko. Namun jika Anda juga suka mengambil risiko, bukan berarti Anda juga berpotensi menjadi kaya. Risiko yang diambil oleh para miliarder tersebut bisanya melalui perhitungan yang matang.

Artinya, para miliarder memiliki cara-cara yang cukup efektif agar risiko-risiko yang terjadi bisa diminimalisir. Sebagian besar para miliarder memiliki ide-ide di luar kebiasaan orang.

2. Mempunyai naluri bisnis yang kuat

Para miliarder biasanya memiliki penciuman yang cukup tajam apakah aktivitas yang mereka lakukan akan menguntungkan atau bukan. Biasanya, jika kegiatan yang bisa menciptakan untung besar para miliarder akan cukup bersemangat menjalankannya.

Namun jika naluri bisnis mereka mengatakan bahwa keuntungan yang didapat tidak besar para orang kaya tersebut akan berpikir ulang dan memodifikasi ide sehingga keuntungan yang didapat bisa lebih besar.

3. Pulih dari kegagalan
Banyak orang akan sulit untuk kembali bangkit jika telah gagal dalam sebuah usaha. Namun langkah tersebut tidak akan dilakukan oleh para miliarder. Jika mengalami kegagalan, para miliarder akan mempelajari apa yang salah dalam aktivitas yang mereka dan tidak akan dilakukan lagi.