http://bisnis.news.viva.co.id

Besarnya gaji tak menjamin finansial selalu stabil.

Bestprofit Futures Jakarta

VIVA.co.id – Besarnya gaji atau pendapatan seseorang, tidak menjamin bisa stabil secara finansial. Inti masalahnya terletak pada kebiasaan yang dilakukan seseorang tersebut dalam pengaturan keuangannya.

Berikut adalah beberapa kebiasaan keuangan yang tidak sadar dilakukan seseorang, dan akhirnya menjadi pendorong kebangkrutannya ketika di akhir bulan.
Tidak pikirkan utang
Kebiasaan untuk selalu belanja benda yang tidak dibutuhkan selalu dijalankan walau di satu sisi harus bayar utang. Padahal, setiap penghasilan haruslah dibagi menjadi pos-pos khusus dalam setiap pengeluarannya.
Karena tidak sedikit orang yang lupa diri dan akhirnya keasyikan menggunakan uangnya ketika baru menerima gaji di awal bulan.
Solusinya, buat anggaran belanja untuk biaya hidup, menabung, dana cadangan, dan bayar utang. Kemudian gunakan sisanya untuk senang-senang. Memang sepele, tapi cukup efektif.
1. Selalu melakukan aktivitas yang keluarkan uang
Tanya pada diri Anda, berapa kali Anda harus nongkrong dengan teman-teman atau jalan-jalan ke pusat perbelanjaan? Bila rata-rata menghabiskan Rp100 ribu setiap kali nongkrong dan melakukannya hingga lebih dari tiga kali dalam seminggu, berapa uang yang sudah Anda habiskan?
2. Malas investasi
Lagi-lagi ini adalah urusan mengembangkan uang Anda lebih berkembang. Jadi Anda tidak perlu tergantung pada gaji, dan akhirnya memiliki sebuah aset.
Jangan berpikir Anda masih memiliki umur yang panjang dan akhirnya menunda investasi.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember turun 3,1 poin, atau 0,23%, menjadi menetap di US$1.341,3  per ounce. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, naik 0,12 persen menjadi 96,39 pada pukul 18.00 GMT.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Setelah rilis angka ketenagakerjaan AS yang positif pada Jumat lalu, bank sentral AS telah membiarkan pintu terbuka untuk kenaikan suku bunga pada akhir tahun. Tetapi mengingat angka PDB kuartal kedua, para pedagang yakin itu (kenaikan suku bunga tahun ini) tidak mungkin.

Para analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian, logam mulia biasanya naik karena investor mencari tempat yang aman, sebaliknya ketika ekuitas membukukan keuntungan maka logam mulia biasanya turun.

Pedagang juga menunggu rilis klaim pengangguran AS mingguan pada Kamis, bersama dengan indeks harga produsen dan laporan penjualan ritel pada Jumat.

Perak untuk pengiriman September turun 1,2 sen, atau 0,06 persen, menjadi ditutup pada 19,805 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 3,9 dolar AS, atau 0,34 persen, menjadi ditutup pada 1.155,40 dolar AS per ounce Bestprofit Futures Jakarta.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)