Buruh Tuntut UMP 2019 Naik 25 Persen

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) meminta pemerintah menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2019 atau UMP 2019 sebesar 25 persen. Angka ini jauh di atas kenaikan yang telah ditetapkan sebesar 8,03 persen.

Presiden KSPI, Said Iqbal, menyatakan pihaknya menolak kenaikan upah minimum sebesar 8,03 persen sebagaimana yang disampaikan Menteri Ketenagakerjaan dalam surat edaran tertanggal 15 Oktober 2018.

Dia menuturkan, kenaikan upah minimum sebesar 8,03 persen akan membuat daya beli buruh jatuh. Hal ini karena kenaikan harga barang, antara lain beras, telur ayam, transportasi (BBM), listrik, hingga sewa rumah, kenaikannya lebih besar dari 8,03 persen.

Lebih lanjut dia menegaskan, idealnya kenaikan upah minimum pada 2019 adalah sebesar 20 hingga 25 persen. Kenaikan sebesar itu didasarkan pada hasil survei pasar kebutuhan hidup layak yang dilakukan FSPMI-KSPI di beberapa daerah.

“Kenaikan upah minimum sebesar 20-25 persen kami dapat berdasarkan survei pasar di berbagai daerah seperti Jakarta, Banten, Bekasi – Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sumatera,” ujar dia di Jakarta, Kamis (18/10/2018).

Oleh karena itu, Said meminta agar kepala daerah mengabaikan surat edaran Menteri Ketenagakerjaan dan tidak menggunakan PP 78/2015 dalam menaikkan upah minimum.

“Sebab, acuan yang benar adalah menggunakan data survei Kebutuhan Hidup Layak sebagaimana yang diperintahkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003,” kata dia.

‎Sebagai informasi, kenaikan 8,03 persen sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan yang menetapkan formula kenaikan upah minimum berdasarkan inflansi dan pertumbuhan ekonomi.

Sejak diterbitkan pada 2015, KSPI sudah menolak PP 78/2015 karena dinilai bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dalam undang-undang ini, kenaikan upah minimum salah satunya berdasarkan kebutuhan hidup layak (KHL).

Sebelumnya, pemerintah mengumumkan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) pada 2019 sebesar 8,03 persen. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani berharap kenaikan UMP 2019 diikuti peningkatan produktivitas pekerja.

“Kalau dari dunia usaha, bagaimana mereka melihat kenaikan upah itu dibarengi produktivitas atau tidak,” kata dia, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu 17 Oktober 2018.

Pemerintah, kata dia, tentu akan melihat seberapa besar pengaruh kenaikan UMP tersebut terhadap penguatan daya beli masyarakat.

“Ya, kita lihat dari sisi pengaruhnya terhadap dunia usaha dan masyarakat. Kalau dari sisi daya saing kan berarti positif,” ujar dia.

Mantan Direktur Bank Dunia ini berharap, kenaikan UMP tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan sumber daya manusia (SDM) di tahun mendatang.

Meskipun demikian, dia menekankan kenaikan UMP harus juga diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Jadi yang paling jadi kunci kualitas SDM agar produktivitas kita naik, sehingga bisa mendapat kesejahteraan melalui kenaikan pendapatannya,” tandasnya.

Bantu Korban Gempa Palu, Korea Selatan Perpanjang Pengerahan 2 Pesawat Kargo

PT Bestprofit Futures, Pemerintah Korea Selatan memperpanjang pengerahan dua pesawat kargo C-130 untuk membantu penanganan bencana gempa di Palu dan sekitarnya di Sulawesi Tengah hingga 26 Oktober 2018. Hal itu diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri Korea Selatan pada Rabu 17 Oktober 2018.

Pesawat C-130 Hercules dikirim ke Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 untuk mendukung distribusi pasokan bantuan darurat. Misi mereka seharusnya berakhir hari Rabu 17 Oktober 2018.

Namun, Seoul telah memutuskan untuk memperpanjangnya hingga 26 Oktober 2018 atas permintaan pemerintah Indonesia, menurut Kementerian Luar Negeri Korea Selatan seperti dikutip dari The Korea Herald, Kamis (18/10/2018).

Dua pesawat itu telah menerbangkan rata-rata per hari 20 ton barang bantuan yang ditawarkan oleh komunitas internasional. Barang-barang itu meliputi air minum, tenda, peralatan medis dan generator darurat.

“Pemerintah mengharapkan perpanjangan periode misi pesawat kargo militer kami untuk membantu upaya penanganan bencana pemerintah Indonesia,” kata kementerian itu.

Kolonel Angkatan Udara Korsel Jung Yeon-hak, yang bertanggung jawab atas operasi di Sulawesi Tengah, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa timnya akan terus melakukan yang terbaik untuk membantu mereka yang membutuhkan dalam kemitraan erat dengan negara asing lainnya seperti Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru.

1.200 Rumah Sementara Korban Gempa Sulteng Dibangun Pekan Ini

Pada kabar lain, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya mempercepat penyediaan hunian bagi korban bencana di Sulawesi Tengah.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan jika pada pekan ini pihaknya sudah memulai pembangunan 1.200 unit hunian sementara (huntara) untuk para korban gempa bumi, tsunami dan pencairan tanah (likuifaksi) di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala.

“Minggu ini harus sudah kerjakan. Karena sudah ditentukan oleh Walikota Palu. Kita menunjuk BUMN mereka kerjakan dulu,” kata dia di Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa 16 Oktober 2018.

Terkait total kebutuhan anggaran untuk membangun ke-1.200 Huntara tersebut, akan diperhitungkan setelah pembangunan. Hasil penghitungan akan disampaikan langsung ke Kementerian Keuangan.

“Belum dihitung. Kita kerjakan dulu anggarannya nanti kita hitung persis, baru kita ajukan ke Menteri keuangan,” dia menandaskan.

Sebanyak 1.200 unit huntara dapat menampung 14.400 keluarga. Adapun tiga lokasi yang menjadi kandidat untuk relokasi permukiman warga yakni Kelurahan Duyu, Tondo dan Pombewe.

Sementara lokasi-lokasi huntara antara lain berada di Kelurahan Duyu, Petobo dan Pengawu, Lapangan Sepakbola Kelurahan Silae, Tipo, Tipo A, Lapangan Kelurahan Buluri, Watusampu, dan Kawatuna.

Huntara yang dibangun dengan model knockdown berukuran 12 x 26,4 meter persegi, dibagi menjadi 12 bilik dimana setiap biliknya akan dihuni oleh satu keluarga. 1.200 unit huntara yang akan dibangun merupakan tahap pertama sambil menunggu perkembangan data pengungsi yang membutuhkan.

“Minggu ini kami targetkan sudah ada satu unit mockup huntara sehingga bisa menjadi contoh dalam pembangunan huntara selanjutnya. Pembangunan huntara akan dilakukan oleh kontraktor dan Insya Allah mulai dihuni secara bertahap pada pekan berikutnya dengan target selesai seluruhnya dalam dua bulan ke depan,” jelas Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Sulawesi Tengah Kementerian PUPR, Arie Setiadi Murwanto.

best jakarta, profit jakarta, futures jakarta, bpf jakarta, bestprofit jakarta, best profit,
best profit futures jakarta, pt bestprofit, pt best profit, PT Bestprofit Futures, pt best profit futures jakarta

Banggar Setuju Asumsi Rupiah Jadi 15.000 per Dolar AS

PT Bestprofit Futures,  Badan Anggaran (Banggar) DPR bersama Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menyetujui perubahan asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Salah satunya mengenai perubahan nilai tukar Rupiah menjadi Rp 15.000 per Dolar Amerika Serikat (AS).

Kesepakatan ini diambil usai digelar rapat kerja yang berlangsung selama tiga jam.  Rapat kerja antara Banggar bersama dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, dan Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro, di Ruang Rapat Banggar DPR RI, Jakarta, Selasa (16/10).

Pimpinan Banggar DPR RI, Said Abdullah secara tegas mengambil alih jalannya rapat kerja yang berlangsung alot ini.

Dia mengingatkan, pembahasan APBN ini harus tuntas sebelum akhir Oktober 2018. Sehingga tidak adalagi pembahasan yang berbelit terkait perubahan nilai tukar Rupiah.

“Batas pembahasan APBN harus tuntas 29 Oktober nanti. Pekan depan kita harus kembali ke komisi untuk membahas detail,” tegas dia.

“Kita sudah setujui asumsi dasar ekonomi makro 2019 sudah selesai. Rapat saya skors sampai besok jam 10 khusus postur sementara,” tambah Said.

Dengan persetujuan tersebut, maka perubahan asumsi ekonomi makro 2019 yang telah disepakati Banggar DPR bersama pemerintah yakni:

– Pertumbuhan Ekonomi : 5,3 persen

– Inflasi : 3,5 persen

– Tingkat Suku Bunga SPN 3 Bulan : 5,3 persen

– Nilai Tukar Rupiah (Rp/USD) : 15.000

– Harga Minyak Mentah (USD/Barel) : 70

– Lifting Minyak (Ribu Barel per Hari) : 775

– Lifting Gas (Ribu Barel Per Hari) : 1.250

– Cost Recovery (miliar dolar) : 10,22

 

Rupiah Dipatok 15.000 per Dolar AS, Ekonomi Bisa Tumbuh 5,12 Persen

Badan Anggaran (Banggar) DPR menggelar rapat kerja (raker) bersama dengan pemerintah membahas Rancangan Undang Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Raker kali ini merupakan rapat lanjutan dari agenda yang dilangsungkan kemarin.

Hadir dalam rapat ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, dan Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro.

Dalam kesempatan ini, Pimpinan Banggar DPR Said Abdullah mempersilahkan kembali Sri Mulyani untuk menjelaskan mengenai perubahan asumsi dasar makro APBN 2019 pada nilai tukar Rupiah.

“Skors kami cabut, rapat kembali saya lanjutkan. Saya persilahkan Menteri Keuangan memberikan jawaban,” kata Said di Ruang rapat Banggar DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (15/10/2018).

Sri Mulyani menjelaskan, alasan pemerintah kembali menaikkan asumsi nilai tukar Rupiah karena pengaruh dari tekanan perekonomian global. Bahkan proyeksi dari lembaga keuangan mengenai rata-rata nilai tukar Rupiah untuk 2019 bervariasi yaitu antara Rp 15.000 hingga di level Rp 15.500.

Angka tersebut dipatok mengingat rata-rata nilai tukar di 2018 saja naik menjadi Rp 15.000 per USD. “Namun tentu dalam tiga bulan ke depan range-nya antara Rp 14.800 hingga 15.200, sehingga keseluruhan kurs untuk tahun 2018 kurs rata-rata adalah Rp 15.000,” jelas dia.

Sri Mulyani melanjutkan dengan asumsi sebesar Rp 15.000 per USD, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga akan turun. Pertumbuhan ekonomi bakal merosot menjadi 5,12 persen dari perkiraan awal yang mencapai 5,30 persen.

“Inilah yang membedakan untuk tahun depan growth kita, kita proyeksikan ada di 5,12 persen,” kata Sri Mulyani.

Tak hanya itu, dengan asumsi Rupiah Rp 15.000 per USD, maka kompoen investasi juga akan mengalami perubahan.

Bila dalam proyeksi awal pemerintah dipatok sebesar 6,95 persen Kemudian dengan perubahan asumsi nilai tukar menjadi Rp 15.000, levelnya diproyeksikan turun menjadi 6,51 persen.

Berlanjut kepada komponen konsumsi rumah tangga yang juga ikut turun dari proyeksi awal sebesar 5,08 persen menjadi 5,07 persen di 2019. Sementara itu, kinerja ekspor diteropong akan stagnan meski punya keunggulan komparatif dari pelemahan Rupiah.

Proyeksi awal pemerintah untuk ekspor di 2019 tercatat tumbuh sebesar 6,28 persen. Melalui penyesuaian nilai tukar, outlook kemudian naik tipis menjadi 6,73 persen.

“Untuk tahun depan diperkirakan melemah karena adanya potensi perang dagang sehingga ekspor sepertinya tidak akan melonjak di atas 7 persen tetap tetap di kisaran 6,28 persen,” terangnya.

best jakarta, profit jakarta, futures jakarta, bpf jakarta, bestprofit jakarta, best profit,
best profit futures jakarta, pt bestprofit, pt best profit, PT Bestprofit Futures, pt best profit futures jakarta

Harga Emas Meroket Akibat Ketegangan AS-Arab Saudi

PT Bestprofit Futures, Harga emas naik lebih dari 1 persen pada hari Senin ke level tertinggi dalam 2,5 bulan karena para investor beralih ke logam mulia setelah memuncaknya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi yang memperparah kegelisahan di pasar saham global.

Dilansir dari Reuters, Selasa (16/10/2018), harga emas di pasar spot naik 1 persen menjadi USD 1.230,05 per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sejak 26 Juli 2018 di USD 1.233,26 per ounce. Harga emas berjangka AS naik 1 persen menjadi USD 1.234,2 per ounce.

“Emas kini mendapat penarik yang lebih kuat dari aksi investor menyelamatkan diri dari aset berisiko,” kata analis dari Quantitative Commodity Research Peter Fertig. “Langkah selanjutnya dari emas akan tergantung pada berapa lama sell-off ini berlanjut.”

Saham global berada di bawah tekanan, dengan saham Eropa menyentuh terendah dalam 22 bulan dipicu sejumlah faktor termasuk sengketa perdagangan AS-China, meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kekuatan barat, negosiasi Brexit yang macet dan kekhawatiran atas perlambatan ekonomi di China.

Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan pekan lalu bahwa risiko terhadap sistem keuangan global yang telah meningkat selama enam bulan terakhir, dapat meningkat tajam jika tekanan di pasar negara berkembang meningkat atau hubungan perdagangan global memburuk.

Emas, biasanya menjadi penyimpan nilai yang aman selama ketidakpastian politik dan ekonomi, tetap turun sekitar 10 persen dari puncaknya di bulan April, dengan para investor memilih dolar AS ketika perang perdagangan AS-China dibuka dengan latar belakang suku bunga AS yang lebih tinggi.

Tak hanya emas, harga platinum naik 0,6 persen menjadi USD 841,6 setelah sebelumnya menyentuh tertinggi sejak 10 Juli USD 850,1. Palladium naik 1 persen menjadi USD 1.077 dan perak naik 1,1 persen menjadi USD 14,71.

Harga Emas Antam Turun Rp 3.000 per Gram

 

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau disebut emas Antam turun Rp 3.000 menjadi Rp 673 ribu per gram pada perdagangan Senin (15/10/2018) ini. Pada Jumat lalu Emas Antam dibanderol Rp 676 ribu per gram.

Sementara harga buyback emas Antam juga ikut turun Rp 2.000 menjadi Rp 595 ribu per gram.

Adapun Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 08.15 WIB, sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia. Hanya ukuran 2 gram, 5 gram, dan 500 gram yang sudah ludes terjual.

Isu Ekonomi Global yang Jadi Fokus Komite Pembangunan Bank Dunia

PT Bestprofit Futures, Komite Pembangunan (Development Committee) Bank Dunia melakukan pertemuan pada  Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali. Komite menggarisbawahi 3 isu mengenai ekonomi global, human capital, dan pengembangan teknologi keuangan atau fintech.

Pertumbuhan ekonomi global dinilai tetap kuat, namun masih terdapat ketidakseimbangan di mana pertumbuhan perdagangan dan sektor manufaktur cenderung moderat.

Risiko penurunan (downside risk) terhadap pertumbuhan global terjadi karena beberapa alasan seperti ketidakpastian kebijakan, perkembangan geo-politik dan pengetatan keuangan global, juga kenaikan level utang dan volatilitas mata uang.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Nufransa Wira Sakti, mengatakan komite yang saat ini dipimpin Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati juga menggarisbawahi peran penting dari perdagangan internasional untuk pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja dan pembangunan berkelanjutan.

“Komite menyerukan pada negara-negara anggota, dengan dukungan dari Bank Dunia dan IMF, untuk mengimplementasikan kebijakan yang memastikan penguatan dan pertumbuhan ekonomi inklusif, mengurangi resiko, dan mempromosikan daya saing serta di saat yang sama juga memperkuat ketahanan fiskal yang berkelanjutan,” jelas dia, Minggu (14/10/2018).

Komite juga tetap memberi perhatian pada naiknya tingkat kerentanan akan risiko utang (vulnerabilities debt) pada beberapa negara berkembang dan negara berpenghasilan rendah, yang berisiko membalikkan manfaat dari inisiatif penanggulangan hutang sebelumnya.

Untuk mengatasi situasi ini, dibutuhkan kerangka kerja kebijakan yang solid, kecukupan fiskal, dukungan pihak luar, dan praktek pinjaman yang berkelanjutan dan transparan.

Komite meminta WBG dan IMF membantu negara-negara anggota memperkuat posisi fiskal dengan mengembangkan kapasitas manajemen utang, meningkatkan mobilisasi sumber daya domestik dan mengembangkan pasar modal di tingkat lokal.

Terkait human capital, komite memberi perhatian besar pada masalah ini, khususnya yang berimplikasi pada kemajuan teknologi, keuangan, dan aspek pembangunan lainnya.

Komite mendukung Human Capital Project (HCP) serta peluncuran Human Capital Index (HCI) dengan program-program pendukung dari negara-negara yang terlibat.

Ini merupakan platform yang dapat mendukung investasi sistem kesehatan dan pendidikan nasional maupun global jangka panjang, membantu negara-negara tersebut mengantisipasi masa depan ekonomi yang akan bertransformasi karena perubahan teknologi.

Bank Dunia menyambut baik pengembangan agenda Bali Fintech oleh WBG-IMF. Komite menilai lembaga-lembaga yang terlibat harus memanfaatkan potensi Fintech untuk memperdalam pasar keuangan, meningkatkan akses dan tanggung jawab terhadap layanan keuangan, memfasilitasi pembayaran lintas batas, memperkuat sistem remitansi, dan juga harus bisa mengelola risiko pada pengguna teknologi ini.

Pengembangan fintech hendaknya difokuskan pada negara-negara berpenghasilan rendah, negara-negara kecil, dan komunitas terpinggirkan, terutama untuk menutup kesenjangan yang sering dialami perempuan dan UKM dalam akses pembiayaan.

Pada rapat ini, Komite Pembanguan Bank Dunia berterima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah menjadi penyelenggara yang baik, juga berterima kasih kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, atas bimbingan dan kepemimpinannya sebagai Ketua Komite dalam dua tahun terakhir. Komite Pembangunan Bank Dunia menyambut baik penggantinya, MKen Ofori-Atta, Menteri Keuangan Ghana.

Sementara itu, Pertemuan Komite Pembangunan selanjutnya menurut rencana akan dijadwalkan berlangsung di Washington DC, pada 13 April 2019 mendatang.

best jakarta, profit jakarta, futures jakarta, bpf jakarta, bestprofit jakarta, best profit,
best profit futures jakarta, pt bestprofit, pt best profit, PT Bestprofit Futures, pt best profit futures jakarta