Rupiah Menguat Terdorong Ekspektasi Kesepakatan Dagang AS-China

Rupiah Menguat Terdorong Ekspektasi Kesepakatan Dagang AS-China

PT Bestprofit Futures, Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada perdagangan Rabu ini. Pada hari ini rupiah diprediksi menguat ke level 14.000 per dolar AS hingga 14.050 per dolar AS.

Mengutip Bloomberg, Rabu (20/2/2019), rupiah dibuka di angka 14.064 per dolar AS, menguat dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.103 per dolar AS. Menjelang siang, rupiah terus menguat ke 14.059 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.040 per dolar AS hingga 14.071 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah menguat 2,30 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.055 per dolar AS. Patokan pada hari ini menguat jika dibandingkan dengan patokan sehari sebelumnya yang ada di angka 14.119 per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan, dolar AS melemah terhadap hampir semua mata uang kuat utama dunia. Hal tersebut didorong oleh ekspektasi investor bahwa akan tercapai kesepakatan perdagangan antara AS-China dalam perundingan perjanjian perdagangan berikutnya.

“Permintaan dolar sebagai aset safe haven melemah dan mendorong penguatan yuan China yang meningkat tadi malam. Rupiah kemungkinan besar menguat seiring penguatan yuan terhadap dolar tersebut,” ujar Ahmad dikutip dari Antara.

Para pelaku pasar masih mengamati perundingan dagang antara AS dan China yang merupakan dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Pembicaraan sebelumnya di Beijing berakhir dengan kesepakatan, oleh sebab itu para pelaku pasar masih mengikuti pembicaraan lanjutan di Washington ini.

Sentimen positif datang dari Presiden AS Donald Trump yang mengatakan pembicaraan perdagangan dengan China berlangsung baik dan menambahkan bahwa tenggat waktu Maret kemungkinan akan diundur.

Selain itu, para pelaku pasar juga menantikan risalah hasil pertemuan dewan rapat kebijakan bank sentral AS atau Federal Open Market Committee (FOMC).

Ahmad memperkirakan, pada hari ini rupiah kemungkinan menguat ke level 14.000 per dolar AS hingga 14.050 per dolar AS.

2 dari 3 halaman

Faisal Basri: Rupiah Masih akan Bergejolak di Tahun Politik

Sebelumnya, Ekonom Faisal Basri mengatakan bahwa kestabilan nilai tukar rupiah masih akan menghadapi tantangan di tahun politik. Bahkan rupiah dinilai masih mengalami pelemahan di 2019 ini.

Faisal mengatakan, meski di awal tahun waktu rupiah sempat menguat ke level 13.000 per dolar AS, tetapi saat ini rupiah kembali ke 14.000 per dolar AS.

“Rupiah tidak menguat secara signifikan, masih akan naik turun. Secara psikologis dan historis rupiah masih akan melemah,” ujar dia pada Rabu 13 Februari 2019.

Tekanan terhadap rupiah masih bersumber dari defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD). Oleh sebab itu, penting bagi pemerintah untuk menurunkan CAD agar rupiah bisa menguat dan stabil di 2019.

“Karena masih CAD, kalau current account ini defisit ya rupiah melemah. Karena CAD ini terdiri dari ekspor impor barang dan jasa. Nah kalau utang tidak setiap bulan. Jadi (penguatan) rupiah yang mengandalkan utang tidak akan sustainable. Tapi kalau mengandalkan CAD bisa sustain,” kata dia.

Selain itu, meski ekspor dan impor merupakan kegiatan yang wajar dilakukan oleh sebuah negara, namun Indonesia harus bisa menekan impor khususnya untuk barang-barang yang sebenarnya bisa diproduksi di dalam negeri dan menggenjot ekspor nonmigas.

“Ekspor-impor sebetulnya suatu hal yang lumrah dilakukan oleh suatu negara. Kalau kita tidak bisa bikin suatu produk, ya terpaksa impor. Tapi kita juga harus jual produk kita ke pasar negara lain. Ini supaya seimbang,” tandas dia.

OJK Bakal Bentuk Sistem buat Kumpulkan Uang Denda di Pasar Modal

OJK Bakal Bentuk Sistem buat Kumpulkan Uang Denda di Pasar Modal

PT Bestprofit Futures,  Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hoesen menyatakan pihaknya tengah berencana membentuk sistem disgorgement fund. Nantinya sistem ini akan mewadahi uang dari para pelaku pelanggaran kegiatan di pasar modal.

Nantinya para pelaku atau pihak-pihak yang melakukan pelanggaran di pasar modal akan dikenai sanksi berupa denda. Kemudian denda ini lah yang akan dihimpun dalam sistem disgorgement fund tersebut.

“Pelaku yang melanggar undang-undang dikenakan kewajiban ganti rugi. Memang dasar hukumnya harus ada. Nanti uangnya ditaruh di disgorgement fund,” kata Hoesen di Jakarta, Senin (18/2/2019).

Dengan adanya disgorgement fund, para korban dari pelanggaran kegiatan di pasar modal ini bisa mendapatkan kembali uangnya. Sistem ini juga bertujuan sebagai perlindungan terhadap investor.

Meskipun demikian, dirinya mengaku sistem ini masih berupa ide awal. Untuk tahap pertama, pihaknya bakal mengkaji dasar hukum terlebih dulu. Sebab, sistem ini disinyalir akan bersinggungan dengan kebijakan dan peraturan lain.

Hoesen mengatakan, sistem disgorgement fund ini sebetulnya juga hampir mirip dengan kebijakan yang dilakukan Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat. Di negara tersebut, terdapat peraturan bahwa para pelanggar dalam kegiatan pasar modal harus membayar denda yang kemudian dikembalikan ke para korban.

Dalam sistem tersebut, lanjut Hoesen investor yang bisa meminta dana ganti rugi melalui disgorgement fund hanya mereka yang dirugikan karena ada pelanggaran undang-undang yang berlaku. Bukan kerugian karena fluktuasi harga saham.

“Ini yang sedang disiapkan. Apakah setelah ganti ya sudah berhenti prosesnya atau terus diproses. Biasanya kan kalau dihukum peradilan kan ya nasibnya investor gitu-gitu aja,” tandasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

OJK Sebut Pertumbuhan Ekonomi Pengaruhi Tingkat Kepercayaan Investor

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hoesen menyebut jika pertumbuhan ekonomi saat ini mempengaruhi tingkat kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di pasar saham. Dengan tingkat pertumbuhan yang baik, secara otomatis pasar akan mempercayai kondisi dalam negeri.

“Pertumbuhan ekonomi sangat mempengaruhi dari kemampuan investor domestik untuk terus (masuk). Termasuk juga adanya perusahan-perusahaan baru emiten yang akan menjadi emiten di pasar modal,” kata Hoesen di Jakarta, Senin (18/2/2019).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2018 mencapai 5,17 persen. Angka ini juga menjadi salah satu capaian tertinggi pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak 2014.

“Karena kalau analis-analis selalu bilang pertumbuhan pasar pasar modal parameternya dua. Hal pertama pertumbuhan ekonomi makronya dan pertumbuhan nett income dari emiten itu pasti akan bisa tembuh,” pungkas dia.

Sebelumnya, Ketua Komisioner OJK, Wimboh Santoso, mengatakan setidaknya ada 5 kebijakan strategis OJK untuk menyokong dan mengakselerasi pertumbuhan industri keuangan di Indonesia. Lima langkah ini dilakukan guna memitigasi risiko keuangan yang diperkirakan terjadi di tahun ini.

“Di tengah volatilitas global dan domestik, kita patut bersyukur karena stabilitas perekonomian kita masih terjaga, inflasi tetap terjaga, begitu juga dengan kinerja perekonomian. Untuk itu kami masih punya PR besar untuk lakukan reformasi struktural di tahun ini,” ujarnya di Pertemuan Industri Jasa Keuangan 2019 di Pacific Place

Dia memprediksi, tekanan global di tahun ini tidak akan setajam 2018. Oleh karena itu, menurutnya, investor akan senantiasa optimistis untuk menanamkan modalnya ke dalam negeri.

“Ke depan, memang ada yang harus tetap diperhatikan bahwa keuangan global sepenuhnya belum bisa kembali normal seperti volatilitas suku bunga The Fed. Namun kami perkirakan tekanan global akan tetap mild (moderat) dibanding 2018,” ujar dia.

best jakarta, profit jakarta, futures jakarta, bpf jakarta, bestprofit jakarta, best profit,
best profit futures jakarta, pt bestprofit, pt best profit, PT Bestprofit Futures, pt best profit futures jakarta

Israel Tolak Dewan Keamanan PBB untuk Melawat ke Tepi Barat Palestina

Israel Tolak Dewan Keamanan PBB untuk Melawat ke Tepi Barat Palestina

PT Bestprofit Futures, Israel menolak mengizinkan Dewan Keamanan PBB (DK PBB) untuk mengunjungi wilayah Tepi Barat Palestina yang diduduki.

Kuwait dan Indonesia, anggota tidak tetap DK PBB, adalah dua negara yang mengajukan proposal untuk kunjungan ke Tepi Barat selama pertemuan pekan lalu, demikian seperti dikutip dari Press TV Iran, Kamis (14/2/2019).

Rencana lawatan DK PBB merupakan bagian untuk melihat dari dekat situasi di lapangan setelah Tel Aviv memutuskan pekan lalu untuk tak lagi mempertahankan misi pemantau sipil internasional di Hebron, Tepi Barat.

Langkah Israel kemudian didukung oleh Amerika Serikat, yang mem-veto draf pernyataan Dewan Keamanan PBB yang hendak menyatakan penyesalannya atas keputusan Israel untuk tak memperbarui mandat Temporary International Presence in Hebron (TIPH).

Dalam pertemuan tertutup pada Rabu 13 Februari 2019, Presiden Dewan Keamanan Anatolio Ndong MbaMba memberi pengarahan kepada anggota pada pembicaraan yang diadakan dengan Israel dan Palestina terkait perjalanan itu.

Duta Besar Palestina untuk PBB Riyad Mansour segera menanggapi, dengan mengatakan kunjungan dewan akan dipandang “dengan cara yang paling positif.”

Namun, mengutip Ndong MbaMba, Duta Besar Kuwait untuk PBB Mansour al-Otaibi mengatakan “Israel dengan tegas menolak kunjungan dewan.”

Utusan Kuwait itu menyatakan penyesalannya atas oposisi Israel terhadap kunjungan yang “telah diajukan berkali-kali oleh dewan.”

“Kami ingin melanjutkan konsultasi kami,” katanya. “Semoga kita mencapai konsensus, karena kita mengatakan masalah ini telah menjadi agenda dewan selama beberapa dekade.”

“Kami ingin perjalanan resmi – inilah yang kami minta, untuk tidak pergi secara ilegal atau tidak diundang sebagai turis,” kata al-Otaibi.

Wakil duta besar Guinea Khatulistiwa, Job Obiang Esono Mbengono mengatakan, “Kami masih mengerjakannya.”

Jejak Sejarah

TIPH dikerahkan di Hebron menyusul kesepakatan yang dicapai antara Israel dan Otoritas Palestina (PA) pada tahun 1994, ketika seorang pemukim Israel membunuh 29 jemaah Palestina di Masjid Ibrahimi, yang dihormati oleh orang Yahudi, Kristen dan Muslim.

Kelompok TIPH baru memulai pekerjaannya di kota itu pada tahun 1998, usai militer Israel menolak untuk meninggalkan Hebron setelah pendirian pemukiman ilegal Israel di jantung kota.

Mandat TIPH diperbarui atas persetujuan bersama Israel dan Palestina setiap enam bulan. Mandat terbarunya berakhir pada 31 Januari 2019, namun, Israel memutuskan tak ingin lagi memperbaruinya.

Palestina telah mengecam keputusan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tak memperpanjang mandat, yang secara efektif mengusir kelompok pemantau itu di Hebron.

TIPH bertugas mempromosikan rasa aman bagi warga Palestina di Hebron, kota terbesar di Tepi Barat yang diduduki.

Tim pengamat tak bersenjata yang beranggotakan 64 orang didirikan di Hebron menyusul pembantaian warga Palestina pada 1994 oleh seorang pria bersenjata Israel.

Sedikitnya 600 pemukim Yahudi tinggal di bawah penjagaan militer di kota itu, yang merupakan rumah bagi sekitar 200.000 warga Palestina.

Pemukiman Israel dianggap ilegal di bawah hukum internasional dan merupakan hambatan utama bagi perdamaian, karena mereka dibangun di atas tanah yang dilihat orang Palestinasebagai bagian dari negara masa depan mereka.

best jakarta, profit jakarta, futures jakarta, bpf jakarta, bestprofit jakarta, best profit,
best profit futures jakarta, pt bestprofit, pt best profit, PT Bestprofit Futures, pt best profit futures jakarta

 

Harga Emas Makin Berkilau Imbas Sentimen Negatif Global

Harga emas naik untuk sesi kedua berturut-turut. Akan tetapi, kenaikan menjadi terbatas seiring pelaku pasar juga mencermati pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS).

Selain itu, perkembangan terbaru negosiasi perdagangan AS-China. Investor juga fokus melihat upaya pemerintah AS untuk menghindari sebagian penutupan pemerintahan AS.

“Hal berisiko yang melanda pasar global dan dolar AS yang stabil adalah berita buruk bagi emas yang cenderung bersinar di tengah ketidakpastian,” ujar Analis FXTM, Lukman Otunuga, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis (14/2/2019).

Ia menambahkan, pergerakan harga emas tidak perlu dikhawatirkan karena jangka panjang mengingat kondisi pasar yang tidak menguntungkan. Selain itu, risiko geopolitik yang juga masih membayangi.

“Dengan kekhawatiran melambatnya pertumbuhan global di benak banyak investor, drama Brexit, kekhawatiran perlambatan China dan banyak sentimen lainnya, emas naik dengan aman,” ia menambahkan.

Harga emas untuk pengiriman April naik tipis USD 1,1 atau kurang dari 0,1 persen menjadi USD 1.315,10 per ounce. Harga emas untuk kontrak paling aktif diperdagangkan mencapai USD 1.321,70.

Indeks dolar AS naik terhadap enam mata uang utama lainnya. Harga emas naik 0,3 persen menjadi 97,03.

Harga emas telah naik hampir tiga persen sejak akhir tahun lalu. Ini berdasarkan kontrak paling aktif seiring negosiasi perdagangan yang tidak mudah.

Selain itu juga dipengaruhi sentimen pertumbuhan ekonomi global yang melambat, dan kenaikan suku bunga bank sentral AS atau the Federal Reserve. Investor pun mencari aset alokasi investasi yang aman.

 

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Di sisi lain, sinyal inflasi yang moderat dan masalah global pun mempengaruhi perubahan the Federal Reserve terkait kebijakan moneternya.

Presiden the Federal Reserve Philadelphia Patrick Harker menuturkan, prospek ekonomi menunjukkan bank sentral dapat terus menaikkan suku bunga lebih tinggi pada 2019.

Hal ini juga seiring prediksi Presiden the Federal Reserve Atlanta Raphael Bostic. The Federal Reserve hanya akan menaikkan suku bunga sekali pada 2019. Data ekonomi inflasi juga menjadi pertimbangan the Federal Reserve menaikkan suku bunga. Pada Rabu pekan ini, indeks harga konsumen cenderung mendatar.

“Data ekonomi yang lebih rendah dari perkiraan akan membantu the Federal Reserve menunda pengetatan lebih lanjut dalam waktu dekat,” ujar Wakil Presiden Direktur GoldMining Inc, Jeff Wright.

Ia juga prediksi, harga emas dapat diperdagangkan ke posisi USD 1.325. Adapun pergerakan harga logam lainnya antara lain harga perak turun 0,2 persen menjadi USD 15.652 per ounce. Harga tembaga untuk pengiriman Maret naik tipis menjadi USD 2.773 per pound.

Harga platinum untuk pengiriman April naik 0,3 persen menjadi USD 791,80 per ounce. Harga palladium untuk pengiriman Maret turun 0,2 persen menjadi USD 1.372,60 per ounce.

 

 

Rupiah Masih akan Bergejolak di Tahun Politik

 Rupiah Masih akan Bergejolak di Tahun Politik

PT Bestprofit Futures, Ekonom Faisal Basri mengatakan bahwa kestabilan nilai tukar rupiah masih akan menghadapi tantangan di tahun politik. Bahkan rupiah dinilai masih mengalami pelemahan di 2019 ini.

Faisal mengatakan, meski di awal tahun waktu rupiah sempat menguat ke level 13.000 per dolar AS, tetapi saat ini rupiah kembali ke 14.000 per dolar AS.

“Rupiah tidak menguat secara signifikan, masih akan naik turun. Secara psikologis dan historis rupiah masih akan melemah,” ujar dia dalam Market Outlook 2019 Mandiri Manajemen Investasi di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

BACA JUGA

Tekanan terhadap rupiah masih bersumber dari defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD). Oleh sebab itu, penting bagi pemerintah untuk menurunkan CAD agar rupiah bisa menguat dan stabil di 2019.

“Karena masih CAD, kalau current account ini defisit ya rupiah melemah. Karena CAD ini terdiri dari ekspor impor barang dan jasa. Nah kalau utang tidak setiap bulan. Jadi (penguatan) rupiah yang mengandalkan utang tidak akan sustainable. Tapi kalau mengandalkan CAD bisa sustain,” kata dia.

Selain itu, meski ekspor dan impor merupakan kegiatan yang wajar dilakukan oleh sebuah negara, namun Indonesia harus bisa menekan impor khususnya untuk barang-barang yang sebenarnya bisa diproduksi di dalam negeri dan menggenjot ekspor nonmigas.

“Ekspor-impor sebetulnya suatu hal yang lumrah dilakukan oleh suatu negara. Kalau kita tidak bisa bikin suatu produk, ya terpaksa impor. Tapi kita juga harus jual produk kita ke pasar negara lain. Ini supaya seimbang,” tandas dia.

2 dari 3 halaman

Rupiah Hari Ini

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada perdagangan Rabu pekan ini. Pernyataan Presiden AS Donald Trump menjadi pendorong penguatan rupiah.

Mengutip Bloomberg, Rabu (13/2/2019), rupiah dibuka di angka 14.033 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.067 per dolar AS. Menjelang siang, rupiah terus menguat hingga 14.018 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.014 per dolar AS hingga 14.036 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah menguat 2,55 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.027 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan paatokan sehari sebelumnya yang ada di angka 14.088 per dolar AS.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, pasar memberi respons positif terhadap potensi kesepakatan perdagangan AS-China dengan pernyataan Trump yang menginginkan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping. Padahal beberapa waktu lalu Presiden Trump memberi pernyataan sebaliknya.

“Rupiah akan menguat merespons euforia potensi kesepakatan dagang antara AS-China,” ujar Lana dikutip dari antara.

Sebelumnya, pernyataan Trump yang menyebutkan pertemuannya dengan Xi Jinping kemungkinan besar dilakukan setelah 1 Maret 2019, yaitu tenggat waktu pelaksanaan tarif terhadap seluruh barang impor dari China, memberikan kekhawatiran terhadap pasar.

Rupiah kemungkinan menguat ke level 14.000 per dolar AS sampai 14.050 per dolar AS,” ujar Lana.

best jakarta, profit jakarta, futures jakarta, bpf jakarta, bestprofit jakarta, best profit,
best profit futures jakarta, pt bestprofit, pt best profit, PT Bestprofit Futures, pt best profit futures jakarta