Menanti Hasil Pertemuan BI, IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan

PT Bestprofit Futures – Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Karena hal tersebut, Jokowi memberi apresiasi kepada seluruh pelaku industri maupun otoritas pasar modal.

Jelang Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada  20 Juni 2019, Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat.

Vice President Research PT Artha Sekuritas Indonesia, Frederik Rasali memprediksi, IHSG akan melanjutkan penguatan dan berhasil tembus ke level 6.300.

Adapun hari ini menurut dia, IHSG kemungkinan diperdagangkan pada rentang support dan resistance di 6.305-6.356.

“Pergerakan indeks ke depan akan dipengaruhi hasil keputusan suku bunga The Fed & Suku Bunga Bank Indonesia,” terang dia, Kamis (20/6/2019).

PT Bestprofit Futures – Meski senada, Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya menuturkan IHSG kemungkinan memang menguat tapi terbatas.

IHSG, ia perkirakan bakal ditutup ke zona hijau dengan kisaran 6.123 – 6.336.

Sejumlah saham milik pun jadi rekomendasi William pada hari ini. Saham pilihannya antara lain PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), serta saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).

Sedangkan Frederik menyarankan investor untuk memburu saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT PP (Persero) Tbk (PTPP).

IHSG Melonjak 81,93 Poin pada Perdagangan Kemarin

Intip Kinerja Saham Emiten Kapitalisasi Besar di BEI

Akhir tahun 2017, IHSG Ditutup di Level 6.355,65 poin

PT Bestprofit Futures – Dari 10 emiten berkapitalisasi terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI), ada sejumlah kinerja pertumbuhan saham emiten tersebut melebihi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Berdasarkan data BEI, seperti ditulis Kamis (13/6/2019), laju IHSG hanya naik tipis 1,32 persen secara year to date (ytd) ke posisi 6.276,18 pada Rabu 12 Juni 2019.

Kinerja saham emiten kapitalisasi besar yang melebihi performa IHSG tersebut sebagian besar didominasi dari emiten bank. Adapun emiten kapitalisasi besar yang performa sahamnya tumbuh di atas IHSG antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Mengutip data RTI, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencatatkan kapitalisasi pasar terbesar di BEI tumbuh 12,40 persen ke posisi Rp 29.225 per saham pada Rabu 12 Juni 2019. Sepanjang tahun berjalan 2019, saham BBCA berada di level tertinggi Rp 30.950 dan terendah Rp 25.575 per saham.

PT Bestprofit Futures – Transaksi saham BBCA pun ramai diperdagangkan. Total nilai transaksi Rp 51 triliun dengan frekuensi perdagangan 730.005 kali.

Kapitalisasi pasar saham BBCA tercatat Rp 713 triliun pada Rabu 12 Juni 2019, dan catatkan kapitalisasi pasar terbesar di BEI.

Selain itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tumbuh 15,03 persen sepanjang tahun berjalan 2019 ke posisi Rp 4.210 per saham. Saham BBRI sempat berada di level tertinggi Rp 4.730 dan terendah Rp 3.580 per saham. Nilai transaksi harian saham Rp 60,4 triliun. Total frekuensi perdagangan 957.604 kali.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan kapitalisasi pasar terbesar kedua setelah BCA. Kapitalisasi pasar saham BBRI mencapai Rp 514 triliun pada 12 Juni 2019.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) naik 5,07 persen ke posisi Rp 3.940. Saham TLKM berada di level tertinggi Rp 4.090 per saham dan terendah Rp 3.480 per saham. Total nilai transaksi Rp 45,9 triliun dengan frekuensi perdagangan saham 884.065 kali.

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mencatatkan kapitalisasi pasar saham terbesar keempat dengan nilai Rp 390 triliun.

PT Bestprofit Futures – Sementara itu, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tumbuh 6,78 persen ke posisi Rp 7.875 per saham. Pada tahun berjalan 2019, saham BMRI sempat berada di level tertinggi Rp 8.125 per saham dan terendah Rp 6.650 per saham. Nilai transaksi harian saham Rp 48,6 triliun. Total frekuensi perdagangan saham 692.712 kali.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) membukukan kapitalisasi pasar saham Rp 364 triliun pada 12 Juni 2019. Tercatat kapitalisasi pasar saham Bank Mandiri terbesar kelima di BEI.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, rata-rata emiten bank kapitalisasi besar catatkan performa saham positif ditunjang oleh kinerja fundamental. Hal itu didukung pertumbuhan aset, kredit dan rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) yang ditekan perbankan.

Contoh saja PT Bank Rakyat Indonesia Tbk mencatatkan pertumbuhan laba bersih 10,4 persen pada kuartal I 2019. Tercatat laba bersih konsolidasi sekitar Rp 8,2 triliun pada kuartal I 2019. Kredit BRI tumbuh 12,91 persen menjadi Rp 855,47 triliun. Aset perseroan tumbuh 14,35 persen menjadi Rp 1.279 triliun.

PT Bestprofit Futures – Selain itu, PT Bank Central Asia Tbk membukukan kenaikan laba bersih 10,1 persen menjadi Rp 6,1 triliun pada kuartal I 2019. Kredit BCA tumbuh 13,2 persen menjadi Rp 532 triliun selama kuartal I 2019.

“Kinerja fundamental positif juga buat pergerakan sektor saham keuangan positif di atas IHSG. Mampu menopang IHSG di tengah sentimen eksternal perang dagang,” ujar Nafan saat dihubungi Liputan6.com.

Sedangkan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk membukukan saham berkinerja positif menurut Nafan ditopang dari ekspansi bisnis yang dilakukan perseroan. Apalagi didukung perkembangan konektivitas 4G dan broadband digital di Indonesia.

Sementara itu, Analis PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee menuturkan, kalau valuasi saham PT Bank Central Asia Tbk sudah agak mahal. Meski demikian, kinerja BCA positif mendorong harga saham BCA naik sehingga kapitalisasi pasar saham terus meningkat.

Kinerja Saham Melemah

Saham Bank Danamon Anjlok, Ini Imbasnya terhadap MUFG

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).

PT Bestprofit Futures – Saham PT Bank Danamon Tbk (BDMN) kian terpuruk usai aksi korporasi akuisisi saham oleh Mitsubishi UF Financial Group (MUFJ), perusahaan bank besar asal Jepang pada April 2019. Penurunan ini juga usai saham Bank Danamon dikeluarkan dari indeks global MSCI.

Berdasarkan data RTI,seperti ditulis Kamis (13/6/2019), saham Bank Danamon turun 49,46 persen ke posisi Rp 4.700 per saham pada periode 1 April-12 Juni 2019. Saham Bank Danamon sempat berada di level tertinggi Rp 10.000 per saham dan terendah Rp 4.620 per saham.

Total volume perdagangan saham sekitar 5,67 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 52,4 triliun. Total frekuensi perdagangan saham 128.450 kali.

PT Bestprofit Futures – Sepanjang Mei 2019, saham Bank Danamon anjlok 47,68 persen ke posisi Rp 4.630 per saham. Saham Bank Danamon sempat berada di level tertinggi 8.900 dan terendah 4.630 per saham. Nilai transaksi Rp 2,4 triliun dengan total frekuensi 91.345 kali.

Bila melihat pergerakan saham Bank Danamon sepanjang tahun 2019, saham Bank Danamon turun 38,16 persen ke posisi 4.700 per saham. Total volume perdagangan saham 6,36 miliar saham. Nilai transaksi Rp 58,6 triliun dengan total frekuensi 220.496 kali.

Koreksi saham Bank Danamon ini dinilai mempengaruhi kinerja MUFG. Bank terbesar asal Jepang ini hadapi risiko penurunan miliaran dolar AS karena harga sahamnya yang anjlok dalam beberapa pekan terakhir.

PT Bestprofit Futures – Mengutip laman Nikkei, biaya penurunan nilai dapat mencapai sekitar 300 miliar yen atau USD 2,76 miliar atau sekitar Rp 39,37 triliun (asumsi kurs Rp 14.267 per dolar AS). Hal ini akan mengancam MUFG alami rugi pada kuartal April-Juni pertama kali sejak grup ini terbentuk pada 2005.

Pada April 2019, MUFG meningkatkan investasi di Bank Danamon menjadi 94 persen. Hal ini membuat Bank Danamon menjadi anak perusahaan MUFG. Dana investasi MUFG di Bank Danamon menjadi 680 miliar yen, dan menjadi pembelian perusahaan di luar negeri terbesar oleh Bank Jepang.

 

PT Bestprofit Futures – Meski demikian, saham Bank Danamon anjlok usai pembelian saham selesai pada 29 April 2019. Saham Bank Danamon turun dari Rp 8.850 pada 30 April 2019 menjadi Rp 5.400 pada 7 Mei 2019. Pada perdagangan 12 Juni 2019, saham Bank Danamon turun tipis 0,21 persen ke posisi Rp 4.700 per saham.

Imbas Saham Bank Danamon Dikeluarkan dari Indeks MSCI

PT Bestprofit Futures – Anjloknya saham Bank Danamon ini setelah Bank Danamon dikeluarkan indeks saham MSCI. Penghapusan saham Bank Danamon dari indeks MSCI membuat kemungkinan penurunan pembelian oleh investor asing melalui reksa dana indeks. Hal tersebut memicu aksi jual.

Likuiditas saham Bank Danamon juga menjadi rendah setelah pembelian oleh MUFG. Sisa saham beredar tinggal enam persen di pasar.

PT Bestprofit Futures – MUFG dinilai perlu kembali menilai goodwill dari transaksi yang dibayarkan atas nilai buku Bank Danamon jika saham diperdagangkan di bawah sekitar Rp 4.700 pada 30 Juni. Goodwill adalah kelebihan harga beli di atas harga pasar dari sebuah perusahaan yang dibeli.

Pada tingkat harga saat ini, biaya penurunan nilai akan mencapai 200 miliar yen-300 miliar yen. Adapun pada kuartal Aprul-Juni 2018, grup MUFG membukukan laba bersih 315 miliar yen. MUFG tidak berencana mengubah strategi luar negerinya yang mencakup unit Indonesia.

“Sekarang kami menjadikan Danamon sebagai anak perusahaan, kami telah mengembangkan jaringan bank komersial di Asia,” ujar CEO MUFG, Kanetsugu Mike.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartabest profitbest profit futures jakartapt bestprofitpt best profitPT Bestprofit Futurespt best profit futures jakarta

IHSG Merosot 29,81 Poin Imbas Aksi Jual Investor Asing

20161110-Hari-ini-IHSG-di-buka-menguat-di-level-5.444,04-AY2

PT Bestprofit Futures – Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan saham Rabu pekan ini. Aksi jual investor asing tekan laju IHSG.

Pada penutupan perdagangan saham, Rabu (12/6/2019), IHSG merosot 29,81 poin atau 0,47 persen ke posisi 6.276,17. Indeks saham LQ45 menguat 0,61 persen ke posisi 996,18. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Sebanyak 215 saham melemah sehingga menekan IHSG. 185 saham menguat dan 143 saham diam di tempat.

Pada Rabu pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.296,81 dan terendah 6.257,43.

PT Bestprofit Futures – Total frekuensi perdagangan saham 476.612 kali dengan volume perdagangan 12,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,4 triliun. Investor asing jual saham Rp 191,41 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.235.

Sebagian besar sektor saham melemah kecuali sektor saham barang konsumsi naik 0,27 persen dan sektor saham perdagangan mendaki 0,01 persen.

Sektor saham tambang susut 1,71 persen, dan alami tekanan terbesar pada perdagangan Rabu pekan ini. Disusul sektor saham infrastruktur tergelincir 1,4 persen dan sektor saham aneka industri merosot 1,21 persen.

Saham-saham catatkan penguatan di tengah tekanan IHSG antara lain saham FITT melonjak 34,10 persen ke posisi Rp 232 per saham, saham POLY mendaki 25 persen ke posisi Rp 110 per saham, dan saham PLIN menanjak 24,57 persen ke posisi Rp 4.360 per saham.

PT Bestprofit Futures – Sementara itu, saham-saham yang melemah antara lain saham KOIN turun 24,85 persen ke posisi Rp 248 per saham, saham JKON merosot 24,35 persen ke posisi Rp 348 per saham, dan saham APEX terpangkas 16,17 persen ke posisi Rp 700 per saham.

Bursa saham Asia sebagian besar melemah kecuali indeks saham Thailand naik 0,05 persen dan indeks saham Taiwan menguat 0,07 persen.

Sementara itu, indeks saham Hong Kong Hang Seng melemah 1,73 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi terpangkas 0,14 persen, indeks saham Jepang Nikkei susut 0,35 persen, indeks saham Shanghai melemah 0,56 persen dan indeks saham Singapura merosot 0,18 persen.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, pelemahan IHSG didorong minimnya sentimen positif dari dalam negeri. Dari eksternal didorong ketidakpastian negosiasi Amerika Serikat-China dan ekonomi global melambat.

Awal Sesi Perdagangan

IHSG

PT Bestprofit Futures – Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah usai menguat selama dua hari berturut-turut.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Rabu (12/6/2019), IHSG melemah 35,63 poin atau 0,57 persen ke posisi 6.270,35. Pada pukul 09.00 waktu JATS, IHSG susut 38,88 poin atau 0,62 persen ke posisi 6267.

Indeks saham LQ45 tergelincir 0,93 persen ke posisi 993,06. Seluruh indeks saham acuan kompak melemah.

Sebanyak 95 saham melemah sehingga seret IHSG ke zona merah. 92 saham menguat dan 133 saham diam di tempat.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.279,42 dan terendah 6.266,17.

Total frekuensi perdagangan saham 22.648 kali dengan volume perdagangan 1,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 590,7 miliar. Investor asing lepas saham Rp 85,44 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 14.233.

Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham pertanian naik 0,16 persen. Sektor saham infrastruktur memimpin pelemahan dengan susut 1,62 persen.

Disusul sektor saham aneka industri tergelincir 0,81 persen dan sektor saham keuangan merosot 0,56 persen.

PT Bestprofit Futures – Saham-saham yang menguat antara lain saham FITT naik 34,10 persen ke posisi Rp 232 per saham, saham POLI melonjak 9,77 persen ke posisi Rp 1.180 per saham, dan saham KIOS mendaki 8,62 persen ke posisi Rp 630 per saham.

Sedangkan saham-saham yang merosot antara lain saham BJBR susut 6,46 persen ke posisi Rp 244 per saham, saham TLKM turun 3,48 persen ke posisi Rp 3.890 per saham, dan saham WIKA susut 2,11 persen ke posisi Rp 2.320  per saham.

Bursa saham Asia sebagian besar bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng turun 1,13 persen, indeks saham Shanghai melemah 0,14 persen dan indeks saham Taiwan susut 0,18 persen.

Sementara itu, indeks saham Korea Selatan Kospi naik 0,01 persen, indeks saham Jepang Nikkei mendaki 0,06 persen, dan indeks saham Singapura menguat 0,33 persen.

Perdagangan Sebelumnya

PLN Antisipasi Kenaikan Konsumsi Listrik Usai Libur Lebaran

PT Bestprofit Futures – Libur Lebaran usai, masyarakat yang pulang ke kampung halamannya kembali ke ibu kota ‎untuk menjalankan aktivitas. Kondisi ini membuat konsumsi listrik Jakarta kembali naik.

Direktur Bisnis Regional PLN Jawa Bagian Barat, Haryanto WS mengatakan, PLN telah mengantisipasi kenaikan beban konsumsi listrik, yang sebelumnya mengalami penurunan akibat libur Lebaran pada pekan lalu.

‎”Naik lagi biasanya satu minggu (setelah Lebaran). Mulai tanggal 11 Juni naik bertahap, konsumsi listrik normal 17 Juni,” kata Haryanto, di Jakarta, Rabu (12/6/2019).

PT Bestprofit Futures – Haryanto menuturkan, antisipasi kenaikan konsumsi listrik‎ dilakukan dengan menyiapkan pembangkit yang cepat menghasilkan daya, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), sehingga kebutuhan listrik yang naik usai libur Lebaran cepat terpenuhi.

“Kita sudah menyiapkan pembangkit yang cepat yang disiapkan, sehingga diperlukan cepat siap itu dipilih,” tuturnya.

Pada saat Lebaran, beban puncak listrik Jawa Bali diperkirakan sebesar 17.179 Mega Watt (MW), sementara daya mampu pasok sebesar 27.817 MW. Perkiraan konsumsi tersebut turun 56-60 persen.

PT Bestprofit Futures – Khusus listrik Jakarta, dalam kondisi normal saat siang hari mencapai 5.100 Mega Watt (MW), sedangkan saat Lebaran yang diperkirakan jatuh pada 5 Juni 2019 2.586 MW.

‎Penurunan konsumsi listrik tersebut disebabkan oleh berkurangnya aktivitas bisnis dan industri karena libur Lebaran. Saat konsumsi listrik menurun, PLN pun memanfaatkannya untuk perawatan sebagian pembangkit.

‎”Kita atur untuk pemeliharaan ada gas, ada air, ada PLTU,” tandasnya.

Libur Lebaran Gerus Pendapatan PLN

PT Bestprofit Futures – Sebelumnya, PT PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) memperkirakan bahwa pendapatan perusahaan akan anjlok hingga 40 persen pada Lebaran tahun ini. Hal ini terjadi karena penurunan konsumsi listrik saat libur Idul Fitri.

General Manager PLN Disjaya M Ikhsan Asaad mengatakan, beban konsumsi listrik Jakarta saat Lebaran ‎mencapai 2.638 Mega Watt (MW). Angka ini turun dari kondisi normal yang tercatat 5.100 MW.

“Beban pada tanggal 5 Juni diperkirakan turun menjadi 2.638 MW. Sedangkan pada 6 Juni ‎diprediksikan 2.708 MW,” kata Ikhsan, di Jakarta, Senin, 27 Mei 2019.

PT Bestprofit Futures – Penurunan konsumsi listrik saat Lebaran tersebut menggerus pendapatan PLN hingga 40 persen. Pada kondisi normal, pendapatan PLN di kisaran Rp 4 triliun per bulan. Dengan penurunan konsumsi listrik tersebut pendapatan PLN diperkirakan turun Rp 1,6 triliun.

“Itu akan menggerus pendapatan sekitar 30 persen hingga 40 persen. Biasanya kami dapat Rp 4 triliun sebulan. Jadi itu akan tergerus,”ujarnya.

Ikhsan mengungkapkan, penurunan konsumsi listrik ini diakibatkan berhentinya kegiatan bisnis dan industri karena pemberlakuan libur Lebaran.

PT Bestprofit Futures – Dalam porsi jumlah pelangan, kategori bisnis dan industri hanya 30 persen, namun dalam porsi konsumsi listrik 2 sektor tersebut memegang porsi 60 persen sampai 70 persen.

“Kalau libur industri dan bisnis, langsung anjlok. kemarin libur dua hari aja sudah anjlok,” tuturnya.

PT Bestprofit Futures – PLN Disjaya akan mengejar penurunan penjualan pada periode berikutnya, dengan membuat program penambahan daya, diskon tarif penggunaan listrik diluar beban puncak oleh pelanggan industri, penyambungan pelanggan baru dan penyediaan pasokan listrik untuk pagelaran acara.

“Kita perbanyak marketing pelanggan baru, penambah listrik premium, kita penambahannya 18 ribu pelanggan perbulan, penambahan rata-rata di pinggiran. Proyek proyek kita gunakan power bank, konser-konser, acara-cara seperti PRJ itu saja yang buat nambah, kalau pelanggan baru kecil kecil,” tandasnya.

Kegiatan Distribusi

PT Bestprofit Futures – Kegiatan promosi program Gemerlap Lebaran 2019 dilaksanakan oleh seluruh unit distribusi/wilayah PLN.

Salah satunya adalah PLN Wilayah Malulu dan Maluku Utara (MMU) yang menggelar promosi Gemerlap Lebaran 2019 pada kegiatan Ramadhan Ceria 2019 di Ambon dimana rangkaian acaranya adalah gelaran pasar murah dan bazaar untuk masyarakat.

PT Bestprofit Futures – Sementara itu, PLN Wilayah Aceh juga menggelar promosi di sekitar masyarakat rumah tangga dan rumah ibadah di Banda Aceh.

“Saya pikir promo Gemerlap Lebaran 2019 membantu meringankan pelanggan kalau mau tambah daya dengan harga yang lebih terjangkau saat kebutuhan lagi banyak seperti ini. Semoga PLN sering adakan promo-promo seperti ini ke depannya”, ujar Rifda (26) salah satu pengunjung acara “Ramadhan Ceria 2019 ” di Ambon.

Promo Gemerlap Lebaran 2019 berlangsung mulai 17 Mei 2019 hingga 30 Juni 2019. Untuk mendapatkan kesempatan ini, pelanggan dapat langsung mendaftar ke Contact Center PLN 123 yang dapat diakses melalui ponsel (kode area+123), telepon 123, email pln123@pln.co.id, Twitter @pln_123, Facebook PLN 123, website www.pln.co.id, dan aplikasi smartphone PLN mobile.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartabest profitbest profit futures jakartapt bestprofitpt best profitPT Bestprofit Futurespt best profit futures jakarta