Sepak Terjang Chatib Basri, Wakil Komut Bank Mandiri yang Baru Ditunjuk

PT Bestprofit Futures – Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan agenda perubahan kepengurusan. Dalam RUPS tersebut Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Chatib Basri untuk menduduki posisi Wakil Komisaris Utama.

Nama Chatib Basri sudah dikenal di dunia ekonomi maupun pemerintahan. Adik angkatan Sri Mulyani di Universitas Indonesia (UI) ini sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.

Chatib lahir di Jakarta pada 2 Agustus 1965 dan merupakan seorang akademisi yang aktif di dalam dan luar negeri. Menurut situs resmi UI, Chatib pertama kali menjabat sebagai dosen di Fakultas Ekonomi UI pada tahun 1995.

Karier Chatib Basri tercatat sukses ketika menjabat sebagai Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Ekonom Destry Damayanti (kini Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia) juga pernah memuji kecerdasan Chatib sehingga pantas menjadi Menkeu di kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

PT Bestprofit Futures – “Integritas dan kapabilitas beliau oke dan punya jaringan dalam dan luar negeri yang cukup banyak. Dia juga pintar, kredibilitas bagus, profesional,” ujar Destry pada tahun 2013 lalu.

Chatib meraih gelar Phd bidang ekonomi dari Universitas Nasional Australia pada tahun 2001. Di universitas tersebut, dia juga pernah menjabat Asisten Peneliti Asisten Peneliti di Department of Economics, Research School of Pacific and Asian Studies.

Chatib Basri pernah memimpin Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) pada tahun 2004-2009. Situs resmi LPEM menyebut keahlian utama Chatib ada di bidang makroekonomi, perdagangan internasional, dan ekonomi politik.

Kemampuannya membuat sang ekonom dipercaya berbagai jabatan penting seperti penasihat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (2004-2005), Deputi Menteri Keuangan untuk G-20 (2006-2010), merepresentasikan Indonesia (sherpa) di Konferensi Tingkat Tinggi G-20 di Washington (2008), dan sebagai Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional Presiden RI (2010-2012).

Erick Thohir Tunjuk Chatib Basri Jadi Wakil Komisaris Utama Bank Mandiri

PT Bestprofit Futures – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah menunjuk Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia Periode 2013-2014, Muhammad Chatib Basri sebagai Wakil Komisaris Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Penunjukan ini akan diresmikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Senin 9 Desember 2019.

”Saya bersyukur Pak Chatib Basri mau masuk dalam jajaran Komisaris Bank Mandiri, Mantan Menteri dengan reputasi yang sangat baik mau berkeringat ikut membenahi BUMN. Semoga menjadi sinyalemen positif bagi Bank Mandiri,” jelas Erick Thohir dalam keterangan tertulis, Minggu (8/12/2019).

PT Bestprofit Futures – Dengan masuknya Chatib Basri dalam jajaran pimpinan Bank Mandiri ini, Erick berharap mampu meningkatkan kinerja Bank Mandiri secara nasional serta menjadikannya sebagai pemain financial services yang disegani di Asia Tenggara.

”Ini sebuah kehormatan buat saya. Menjadi Wakil Komisaris Utama di bank sebesar Mandiri bukanlah hal yang mudah, ini sekaligus sebuah tantangan. Apalagi Pak Menteri meminta fungsi Komisaris saat ini betul-betul dijalankan dengan baik,” ujar Chatib.

“Saya berharap kinerja Mandiri terus meningkat dan disegani dan mampu beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi,” tutup Chatib Basri.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartapt bestprofitpt best profitPT Bestprofit Futurespt best profit futures jakarta, Bestprofit, PT BestProfit, PT Bestprofit Futures

Harga Emas Naik di Tengah Negosiasi Perdagangan AS-China

PT Bestprofit Futures – New York – Harga emas naik lebih tinggi dipicu ketidakpastian di tengah negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat-China. Ini mengimbangi tantangan rilis data ekonomi AS yang positif, sementara paladium yang dilanda defisit memperpanjang rekornya.

Melansir laman Reuters, harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi USD 1.477,12 per ons, setelah mencapai level tertinggi sejak 7 November di posisi sehari sebelumnya USD 1.484. Adapun emas berjangka AS ditutup naik 0,2 persen menjadi USD 1.483,10 perons.

“Kami melihat permintaan muncul untuk emas,” kata Analis Riset Komoditas Peter Fertig.

Namun, dia melanjutkan selama Presiden AS Donald Trump tidak membuat pernyataan yang jelas tentang apa yang dia inginkan, pasar akan tetap bingung.

“Harus ada pemotongan tarif jika Washington dan Beijing ingin mencapai perjanjian perdagangan sementara,” kata Kementerian Perdagangan Chinapada hari Kamis. Ini terjadi sehari setelah Trump mengatakan pembicaraan perdagangan sedang berlangsung

Hal ini berbeda dengan komentar sebelumnya yang menyarankan kesepakatan mungkin harus menunggu sampai setelah pemilihan presiden di 2020.

Logam Lainnya

PT Bestprofit Futures – Adapun hal yang membatasi gerak emas adalah data ekonomi Amerika Serikat yang positif. Data menunjukkan klaim awal untuk tunjangan pengangguran negara turun ke level terendah sejak pertengahan April untuk pekan yang berakhir di 30 November.

Sementara defisit perdagangan AS merosot ke level terendahhampir satu setengah tahun di bulan Oktober.

Adapun paladium melanjutkan rekornya, menuju harga puncak sepanjang masa dari USD 1.876,54 per ounce di tengah kekhawatiran pasokan logam. harga terakhir naik 0,1 persen menjadi USD 1.871,93

Di antara logam lainnya, harga platinum naik 0,4 persen menjadi USD 897,88. Sementara harga perak naik 0,8 persen menjadi USD 16,95.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartapt bestprofitpt best profitPT Bestprofit Futurespt best profit futures jakarta, Bestprofit, PT BestProfit, PT Bestprofit Futures

CEO Sea Group Jadi Miliarder Baru di Singapura

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Gang Ye merupakan salah satu pendiri perusahaan internet digital raksasa Sea Group. Dia kini tercatat menjadi miliader baru di Singapura.

Menurut Bloomberg Billionaires Index, Gang Ye kini memegang 8,4 persen saham di perusahaannya, yang bernilai sekitar USD 1 miliar atau Rp 14 triliun (USD 1 = Rp 14.121).

Ye disebut sebagai pemegang saham terbesar di Sea Group. Serta bergabung dengan Forrest Li, untuk bekerja sama dalam membangun kerja sama digitalnya.

Dilansir dari Techinasia.com, di usia 39 tahun, Ye telah menjabat sebagai operating officer Sea sejak 2017. Sebelumnya ia bekerja untuk agribisnis Wilmar International dan Dewan Pengembangan Ekonomi Singapura.

Kinerja

PT Bestprofit Futures – Saham perusahaannya yang didukung Tencent, mencapai rekor tertinggi pada November. Dalam laporan kuartal ketiga, pendapatan perusahaan naik menjadi USD 610,1 juta atau Rp 8,6 triliun, dari sebelumnya USD 204 juta atau Rp 2,8 triliun.

Sea Group juga menaikkan prospek fiskalnya untuk kedua kalinya dalam tahun ini. Hasil tersebut didorong segmen hiburan digitalnya yang menampung divisi game dan esports Garena, dan penerbit Free Fire.

Sehingga mencatat EBITDA yang disesuaikan pada USD 266 juta atau Rp 3,7 triliun kuartal tahun ini, mengalami lonjakan dari USD 54 juta atau Rp 762 miliar dari tahun ke tahun.

Sea Group mengatakan berencana untuk terus fokus pada esports, dan kegiatan pembangunan komunitas. Dilihat dari keberhasilan turnamen esports mobile, Free Fire World Series 2019.

Menurut data Bloomberg, Li dan Ye adalah miliarder terbaru yang muncul dari industri game. Mereka sekarang bergabung dengan Tim Sweeney, pemilik pembuat Fortnite, Epic Games, dan Gabe Newell dari Valve Corp, masing-masing dengan kekayaan bersih USD 7,2 miliar atau Rp 101 triliun dan USD 5,7 miliar atau Rp 80 triliun.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartapt bestprofitpt best profitPT Bestprofit Futurespt best profit futures jakarta, Bestprofit, PT BestProfit, PT Bestprofit Futures

Investor Jual Saham, IHSG Dibuka Melemah ke 6.121,33

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Rabu pekan ini. Rupiah berada di 14.123 per dolar AS.

Pada pra pembukaan perdagangan, Rabu (4/12/2019), IHSG melemah 12,56 poin atau 0,20 persen ke level 6.121,33. Kemudian pada pembukaan pukul 09.02 waktu JATS, IHSG melanjutkan pelemahan dengan turun 22,47 poin atau 0,37 persen ke level 6.111,41.

Indeks saham LQ45 juga melemah 0,28 persen ke posisi 974,99. Sebagian besar indeks saham acuan bergerak di zona merah. Hanya indeks acuan DBX yang mampu menghijau.

Pada awal pembukaan perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.121,86 dan terendah di 6.110,67. Sebanyak 105 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Selain itu 71 saham menguat dan 118 saham diam di tempat.

Adapun total frekuensi di awal perdagangan saham 15.850 kali dengan volume perdagangan 152 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 110 miliar.

PT Bestprofit Futures – Investor asing jual saham Rp 2,2 miliar di pasar reguler dan posisi rupiah di angka 14.123 per dolar AS.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, semua sektor di zona merah. Pelemahan tertinggi dipimpin oleh sektor perkebunan yang anjlok 0,73 persen, diikuti sektor barang konsumsi yang melemah 0,60 persen dan sektor keuangan yang turun 0,44 persen.

Saham-saham yang melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah diantaranya MREI yang turun 13,68 persen ke Rp 4.100 per lembar saham, PICO turun 10,66 persen ke Rp 3.100 per lembar saham dan PKPK melemah 10,45 persen ke Rp 60 per lembar saham.

Sedangkan saham-saham yang menguat diantaranya AGAR naik 24,60 persen ke level Rp 314 per lembar saham, WOWS naik 24,06 persen menjadi Rp 232 per lembar saham dan GLOB menguat 14,46 persen ke harga Rp 448 per lembar saham.

Penutupan Kemarin

PT Bestprofit Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada perdagangan Selasa ini. IHSG Sempat tertekan tetapi menjelang penutupan kembali menguat.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (3/12/2019), IHSG ditutup naik 3,84 poin atau 0,06 persen ke posisi 6.133,89. Sementara itu, indeks saham LQ45 melemah 0,05 persen ke posisi 977,77.

Sebanyak 181 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 220 saham melemah dan 147 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 539.303 kali dengan volume perdagangan 9,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,2 triliun.

Investor asing jual saham mencapai Rp 77,93 miliar di total pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.105.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, sebagian besar justru bergerak melemah. Hanya ada empat sektor yang mampu berada di zona hijau yaitu pertambangan, industri dasar, barang konsumsi dan manufaktur.

Saham

PT Bestprofit Futures – Saham-saham yang menguat sehingga mendorong IHSG melambung diantaranya AGAR yang naik 34,76 persen ke Rp 252 per lembar saham, WOWS menguat 34,53 persen ke Rp 187 per lembar saham dan MLPL menguat 25 persen ke Rp 80 per lembar saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain FORZ yang turun 29,55 persen ke Rp 62 per saham, POLA melemah 24,86 persen ke Rp 665 per saham dan TGRA turun 24,81 persen ke Rp 197 per saham.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartapt bestprofitpt best profitPT Bestprofit Futurespt best profit futures jakarta, Bestprofit, PT BestProfit, PT Bestprofit Futures

Awal Bulan, IHSG Dibuka Menguat ke 6.023,61

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan awal bulan ini.

Pada pra pembukaan perdagangan, Senin (2/12/2019), IHSG menguat 11,78 poin atau 0,20 persen ke level 6.023,61. Kemudian pada pembukaan pukul 09.04 waktu JATS, IHSG melanjutkan penguatannya dengan naik 16,46 poin atau 0,31 persen ke level 6.030,29.

Indeks saham LQ45 juga menguat 0,44 persen ke posisi 961,00. Sebagian besar indeks saham acuan bergerak menguat.

Pada awal pembukaan perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.031,93 dan terendah di 6.023,01. Sebanyak 141 saham menguat dan 67 saham melemah. Sedangkan 104 saham diam di tempat.

Adapun total frekuensi di awal perdagangan saham 14.657 kali dengan volume perdagangan 202,5 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 183,3 miliar.

PT Bestprofit Futures – Investor asing jual saham Rp 4,9 miliar di pasar reguler dan posisi rupiah di angka 14.120 per dolar AS.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, keseluruhan berada di zona hijau. Dimana penguatan tertinggi dipimpin oleh sektor konstruksi yang naik 0,53 persen, diikuti sektor barang konsumsi yang menguat 0,47 persen dan sektor manufaktur naik 0,43 persen.

Sedangkan saham-saham yang menguat dan mendorong IHSG terus menguat di awal perdagangan diantaranya AGAR naik 70 persen ke level Rp 187 per lembar saham, BIPP naik 28,30 persen menjadi Rp 68 per lembar saham dan FORZ menguat 17,72 persen ke harga Rp 93 per lembar saham.

Saham-saham yang melemah diantaranya TDPM yang turun 17,23 persen ke Rp 187 per lembar saham, ITMA turun 14,41 persen ke Rp 505 per lembar saham dan TRIS melemah 12,69 persen ke Rp 234 per lembar saham.

Penutupan Pekan Lalu

PT Bestprofit Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada perdagangan di akhir pekan ini. Pada awal perdagangan, indeks sempat bergerak ke zona merah.

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (29/11/2019), IHSG ditutup menguat 58,77 poin atau 0,99 persen ke posisi 6.011,83. Sementara itu, indeks saham LQ45 menguat 1,14 persen ke posisi 956,82.

Sebanyak 209 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 194 saham melemah dan 137 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 464.840 kali dengan volume perdagangan 9,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7 triliun.

Investor asing jual saham mencapai Rp 239,51 miliar di total pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.105.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, sembilan sektor saham menguat dan satu sektor melemah.

Penguatan dipimpin sektor infrastruktur yang naik 2,28 persen, disusul sektor keuangan yang menguat 1,53 persen, kemudian aneka industri naik 1,27 persen.

Sementara sektor saham yang melemah yaitu sektor tambang yang melemah 1,73 persen.

Saham

PT Bestprofit Futures – Saham-saham yang menguat sehingga mendorong IHSG melambung diantaranya TDPM yang naik 34,52 persen ke Rp 226 per lembar saham, KOTA menguat 25 persen ke Rp 675 per lembar saham dan SUPR menguat 24,85 persen ke Rp 2.110 per lembar saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain ANDI yang turun 35 persen ke Rp 65 per saham, WOWS melemah 22,35 persen ke Rp 139 per saham dan FORZ turun 21 persen ke Rp 79 per saham.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartapt bestprofitpt best profitPT Bestprofit Futurespt best profit futures jakarta, Bestprofit, PT BestProfit, PT Bestprofit Futures